Perkembangan Listrik Bioenergi On Track

Perkembangan Listrik Bioenergi On Track

Pemerintah yakin pengembangan energi baru terbarukan sebesar 3,6 gigawatt (GW) per tahun dapat terealisasi dalam kurun waktu 10 tahun. Saat ini perkembangannya sudah berjalan dengan baik alias on the right track.

Direktur Bioenergi Kementerian ESDM, Sudjoko Harsono mengatakan guna mengembangkan energi baru terbarukan dengan kapasitas tersebut dibutuhkan investasi Rp 1.600 triliun.

“Saat ini kapasitas terpasang energi baru terbarukan 8,66 GW atau memberikan kontribusi sebesar 9,8 persen dalam bauran energi nasional,” kata Sudjoko Harsono dalam rilisnya Jakarta, Selasa (11/10).

Terkait bioenergi, lanjut Sudjoko, pemerintah telah membuat beberapa kebijakan dan program agar kontribusi bioenergi pada tahun 2025 sesuai dengan target, antara lain menerapkan mandatori penggunaan bahan bakar nabati (BBN).

Dasarnya adalah diterbitkannya Permen ESDM No 32 Thn 2008 yang kemudian direvisi menjadi Permen No 12 Thn 2015 tentang penyediaan, pemanfaatan dan tata niaga BBN (biofuel) sebagai bahan bakar lain.

“Kita juga semua tahu Indonesia sukses dalam menerapkan mandatori B20 dan sekarang pemerintah bersama dengan stakeholder bersiap untuk ke tingkat lebih tinggi lagi yaitu mandatori B-30,” paparnya.

Selanjutnya, menurut Sudjoko, pemerintah juga menetapkan skema feed in tariff untuk biomass, biogas dan pembangkit listrik sampah kota dengan diterbitkannya Permen ESDM No 44 Tahun 2015 tentang pembelian tenaga listrik dari pembangkit listrik berbasis sampah kota, yang merupakan revisi dari Permen No 19 Thn 2013.

Kemudian ada Permen ESDM No 21 Thn 2015 tentang pembelian listrik dari pembangkit listrik berbasis biomass dan biogas. “Perkembangan pembangkit listrik berbasis bioenergi berjalan baik terutama setelah pemerintah menerapkan kebijakan feed in tariff,” tegas dia.

Sudjoko menjelaskan, potensi bioenergi di Indonesia saat ini setara dengan 32 GW secara nasional dan mampu menjangkau daerah terpencil serta pulau terluar di Indonesia, sehingga diharapkan dengan pengembangan listrik berbasis bioenergi dapat membantu target elektrifikasi nasional 100 persen.

“Hingga tahun ini, total kapasitas pembangkit listrik berbasis bioenergi on grid mencapai 128,6 MW yang terdiri dari biogas, biomass dan sampah kota dan bisa mencapai 2.069 MW dalam tahun ini,” pungkasnya. (sak)

Bagikan artikel ini