PLN Jatim Salurkan Dana CSR di 16 Titik
KOMUNITAS PERISTIWA

PLN Jatim Salurkan Dana CSR di 16 Titik

Awal 2017, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Distribusi Jatim berhasil menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di 16 titik. Wilayah penyebaran dana meliputi Kabupetan Pacitan, Ponorogo, dan Magetan

Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo mengatakan, wilayah penyebaran dana CSR meliputi Kabupetan Pacitan, Ponorogo, dan Magetan dengan jumlah bantuan mencapai Rp 500 juta. Setiap tahun dana CSR yang digulirkan selalu mengalami penambahan, karena bantuan yang diberikan tidak terbatas pada hal hal tertentu.

“Bantuan yang kami berikan meliputi banyak hal seperti pendidikan, sarana umum, sarana ibadah, kesehatan, bencana alam, sosial, dan lingkungan yang sifat bantuannya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat,” kata Pinto di Surabaya, Senin (27/2).

Dana sebesar itu terbagi dan disalurkan untuk pendidikan sebesar 40-60 persen yang digunakan untuk pembangunan saran dan prasarana sekolah. Kemudian bantuan untuk sarana umum seperti membangun plengsengan sungai sebesar 40 persen, serta bantuan untuk komunitas 20 persen.

“Sepanjang tahun ini kami akan terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang besarannya tidak sama antara daerah satu dengan daerah lainnya. Pertimbangannya melihat kebutuhan masyarakat setempat. Kami perkirakan tahun ini dana CSR akan cukup besar hingga 10 persen atau sebesar Rp 4,8 miliar dari tahun 2016 yang mencapai Rp 4,4 miliar yang sudah disalurkan,” tuturnya.

Dana bantuan CSR yang sudah disalurkan PLN Jatim memang difokuskan pada daerah yang lingkungannya banyak terdapat obyek vital PLN. Dengan bantuan ini PLN berharap, masyarakat akan memiliki kepedulian terhadap aset PLN sehingga ikut menjaga dan merawatnya.

“Dengan masyarakat ikut peduli dan menjaga aset PLN, maka aliran listrik diharapkan tidak mengalami gangguan dan distribusi bisa berjalan lancar,” harapnya.

Untuk diketahui pada 2016, dana CSR yang berhasil disalurkan sebesar Rp 4,4 miliar yang tersebar di 46 titik di seluruh Jawa Timur dengan rincian untuk sarana umum 25 persen, sarana ibadah 27 persen, pendidikan 30 persen, dan sisanya untuk lainnya seperti kesehatan, bencana alam, sosial, serta pelestarian lingkungan,” ungkapnya. (sak)