PLN Resmikan Bank Sampah Induk Surabaya
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

PLN Resmikan Bank Sampah Induk Surabaya

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero secara resmi membuka Bank Sampah Induk Surabaya sebagai komitmen pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah. “Ini wujud Cooporate Social Responsibility dan komitmen kami pada pelestarian lingkungan khususnya di Surabaya,” kata Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo di Surabaya, Rabu (8/3).

Dikatakannya, selain Bangunan Bank Sampah Induk Surabaya. Meresmian bangunan serupa juga dilakukan di Mataram dan Yogjakarta, “PLN juga mengajak masyarakat untuk peduli sampah dan lingkungan melalui program bayar rekening listrik pakai sampah,” tutur Pinto.

Menurutnya peresmian Bank Sampah Induk 3 Kota ini dilakukan Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (B3) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Tuti Hendrawati Mintarsih, didampingi Direktur Human Capital Management PT PLN Muhammad Ali dipusatkan di Bank Sampah Induk Surabaya, Jl Ngagel Timur.

Ada sejumlah aspek yang ditekankan dalam peresmian bank ini, yakni untuk membantu pemerintah daerah dalam mengurangi volume sampah, serta merubah cara pandang dan prilaku masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, serta mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Bank Sampah Induk Surabaya saat ini memiliki 205 Bank Sampah Unit dimana sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 65 ton perbulan. Bank Sampah Gemah Ripah Jogja memiliki 127 Bank Sampah Unit binaan, dan setiap bulannya mengumpulkan 25 ton sampah. Bank Sampah NTB Mandiri perbulannya mampu menghasilkan 3,5 ton sampah, saat ini bank sampah NTB memiliki 5 bank sampah unit.

Sementara Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementrian LHK Tuti Hendrawati Mintarsih mengapresiasi PLN Peduli yang berkontribusi aktif untuk pengembangan Bank Sampah. Bahkan menurutnya, tiga bank sampah milik PLN ini mendapatkan gelar Bank Sampah terbaik Nasional 2017.

“Dukungan PLN untuk bank sampah tidak main-main, saya melihat PLN secara berkelanjutan memberikan perhatian lebih terhadap masalah sampah dan pengelolaannya,” katanya.

Saat ini PLN, telah memiliki lima bank sampah induk dengan total nasabah sebanyak 53.550 orang dan berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 337 ton perbulan. PLN juga memberikan bantuan pembangunan kantor, mobil pengangkut sampah dan juga gudang pengolahan sampah sekaligus penguatan manajemen operasional

“PLN berkonsentrasi menciptakan lingkungan yang bersih dan mempunyai pengaruh yang positif bagi masyarakat seperti Bank Sampah ini, PLN berharap Bank Sampah Induk Kota Surabaya akan terus berkembang menjadi Bank Sampah yang profesional dan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah yang lebih kompleks,” ujar Direktur Human Capital Management PT PLN Muhammad Ali.

Dalam peresmian ini juga dikenalkan cara pembayaran rekening listrik dengan menggunakan sampah. Program ini diharapkan memacu semangat warga untuk lebih giat mengumpulkan sampah serta bergabung dengan bank sampah.

Mekanisme pembayaran listrik ini lanjut Ali, sangat mudah yakni warga cukup membawa sampah ke Bank Sampah lalu ditimbang. Setelah itu berat sampah yang ditimbang dinominalkan dalam bentuk uang. Dari jumlah itulah kemudian dimasukkan ke rekening Bank Sampah yang sudah dimiliki warga.

Dari hasil penjualan sampah tersebut, akan digunakan untuk membayar biaya listrik di masing-masing rumah warga yang bersangkutan. “Lingkungan bersih dan listrik terbayarkan tapi yang paling utama, melalui sampah masyarakat juga bisa menabung untuk keperluan sehari-hari,”imbuhnya. (sak)