PON Dua Tahunan Percepat Infrastruktur

PON Dua Tahunan Percepat Infrastruktur

Menpora Imam Nahrawi kembali menyampaikan gagasannya menggelar PON dengan memperpendek waktu pelaksanaan dan tuan rumah bersama. Dua tahunan dan dua provinsi tuan rumah merupakan sebuah terobosan baru agar infrastruktur olahraga cepat merata di seluruh daerah.

Hingga nanti 2020 di Papua, pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 masih berdurasi empat tahunan dan satu provinsi sebagai tuan rumah.

Diharapkan setelah itu ada sebuah percepatan, sehingga waktunya lebih pendek dan tuan rumah makin banyak sehingga pemerataan kesempatan makin cepat didapatkan.

“Perlu dukungan daerah, gagasan PON dua tahunan dan dua provinsi sebagai tuan rumah bersama diharapkan ada percepatan pembangunan infrastruktur olahraga di daerah. Dengan demikian diharapkan prestasi olahraga makin cepat menanjak dan berkembang,” kata Menpora saat meninjau perkembangan GOR Basket di Medan, akhir pekan lalu.

Sudah ada yang mempersiapkan diri sebagai tuan rumah PON setelah Papua termasuk Sumatera Utara, segera cari terobosan bersama seluruh stakeholder agar ada perubahan waktu pelaksanaan sebagaimana gagasan tersebut.

“Saya berharap kita semua dapat duduk bersama untuk kepentingan olahraga. Setelah Papua nanti, semoga dapat dilaksanakan tidak di tahun 2024 tetapi lebih awal di tahun 2022 dengan tuan rumah dua provinsi. Dengan demikian infrastruktur akan merata karena tuan rumah pasti memacu, dan dampak lahirnya atlet-atlet baru semakin terbuka lebar di seluruh Indonesia,” tutupnya. (sak)

Bagikan artikel ini