Potensi Geopark Indonesia Belum Dahsyat

Potensi Geopark Indonesia Belum Dahsyat

Mewujudkan Indonesia menjadi destinasi wisata geopark kelas dunia bukan sekedar angkan-angan. Minimal Indonesia sudah memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Tinggal bagaimana mengelola dan menjadikannya sebagai bagian dari Wonderful Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, wisatawan mancanegara (wisman) tertarik berkunjung ke Indonesia karena potensi yang dimiliki berupa alam (nature), budaya (culture) dan manmade. Potensi alam sebesar 35 persen dikembangkan sebagai wisata bahari (marine tourism), wisata ekologi (eco tourism) dan wisata petualangan (adventure tourism).

“Dalam wisaa petualangan itu termasuk geopark,” kata Arif Yahya saat seminar “Geopark untuk Pariwisata Nasional” di Kantor Kemenpar dalam rangka Reuni 35 Tahun ITB 81. Menurutnya Indonesia perlu melakukan bechmarking dengan Tiongkok maupun Korea yang berhasil mengembangkan geopark.

China berhasil mengembangkan Yuntaishan Geopark semula tahun 2000 dikunjungi 200 ribu wisatawan, meningkat menjadi 1,25 juta wisatawan dengan perolehan devisa sebesar 90 juta USD setelah bergabung dengan GGN UNESCO. Juga Jeju Island Geopark di Korea tahun 2011 dikunjungi 7 juta wisatawan.

Menpar menyebut Indonesia tak kalah dahsyat dengan negara lain. Sedikitnya ada 40 geoheritage yang bisa dikembangkan sebagai kawasan geopark nasional.

Empat di antaranya Kaldera Toba (Sumatera Utara), Merangin (Jambi), Ciletuh (Jawa Barat) dan Rinjani (Lombok, NTB) bisa didorong menjadi geopark global yang diakui UNESCO.

Indonesia baru memiliki dua geopark yang sudah diakui UNESCO yaitu Batur (Bali) dan Gunung Sewu (DIY-Jateng-Jatim).

Geopark sebagai konsep manajemen pengembangan kawasan alam, diinisiasi UNESCO sekitar tahun 2000, dengan memanfaatkan kesinambungan sumber daya geodiversity, biodiversity, dan culturaldiversity.

Tidak hanya sebagai upaya konservasi semata, menjaga situs geologis, namun juga mendidik dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

UNESCO membuat standar yang mewajibkan pengelolaan geopark berprinsip pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan itu lewat kegiatan seperti geowisata atau ecowisata agar masyarakat setempat sejahtera. (sak)

Bagikan artikel ini