Potensi Wisata Religi di Wilayah Pantura

Potensi Wisata Religi di Wilayah Pantura

Dalam beberapa hari terakhir ini Cak Nur (Nurwiyatno), Calon Gubernur Jawa Timur 2018, mengunjungi wisata religi di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur. Wilayah Pantura merupakan wilayah yang menarik perhatian, lebih dari sekedar objek wisata religi.

Sebab di wilayah ini menyimpan banyak sejarah yang dapat dipelajari dari para wali sebagai penyebar agama Islam di Jawa Timur pada era abad 16. Juga potensi ekonomi yang masih bisa dikembangkan dalam rqngka peningkatan kesejahteraan perekonomian rakyat.

Hal inillah yang membuat Cak Nur mendatangi objek objek wisata religi seperti Sunan Ampel dan Sunan Bungkul (Surabaya), Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, Makam Leran dan Bukit Surowiti (Gresik), serta Sunan Drajat (Lamongan) beberapa hari lalu.

Cak Nur melihat ada hal lebih yang bisa dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengembangkan potensi wilayah Pantura kedepan.

Selain terdapat masyarakat yang berhubungan erat dengan pewaris budaya religi, di kawasan sekitar objek wisata, pemerintah daerah masih dapat berperan lebih untuk meningkatkan perekonomian rakyat.

Pelatihan guide local, yakni sebuah pendidikan pemandu wisata bagi para pemuda-pemudi di sekitar wilayah pembahasan berupa kecakapan tata bahasa pendamping wisatawan, baik bahasa lokal daerah Jawa Timur, bahasa Indonesia maupun bahasa internasional. Sehingga pengelola bisnis traveling bisa bersinergi dengan pengelola guide local yang ada dalam satu atap.

Peningkatan home industry, berupa pelatihan terkait potensi lokal yang belum banyak dikembangkan oleh masyarakat sekitar, misalnya cetak sablon pakaian yang berisi kata-kata filosofi para tokoh religi.

Makanan khas lokal yang disajikan dalam model lebih menarik, dengan memberikan ruang keikutsertaan para chef (ahli masak) untuk membantu pelatihan penyajian makanan lokal dengan daya tarik model baru.

Pelatihan pembuatan miniatur bangunan cagar budaya yang ada dalam wisata religi tersebut. Misalnya berupa gapura makam, masjid atau keunikan lainnya dalam model mini handycraft.

Pelatihan pengembangan produk lokal yang ada, seperti kerajinan gerabah yang ada di wilayah Laren-Lamongan. Gerabah bisa diberi unsur seni sehingga masyarakat sekitar bisa diberi pelatihan pengembangan nilai-nilai seni untuk peningkatan nilai jual gerabah.

Serta peningkatan dan perluasan ruang informasi publik berkaitan dengan potensi wisata dan kekayaan budaya Pantura Jawa Timur. Peningkatan ruang informasi publik di tempat tempat istirahat dan parkir, juga dapat berfungsi sebagai peningkatan informasi sejarah beserta pengenalan produk lokal.

Cak Nur mengakui bahwa beberapa program diatas adalah hasil diskusi dirinya dengan beberapa teman alumni GMNI Jawa Timur, khususnya yang berlatar belakang pendidikan sejarah.

Namun demikian setiap hasil diskusi dengan tim pemenangannya, Cak Nur selalu mengujinya dengan turun lapang.

Tujuannya untuk lebih memahami realita dan potensinya, sehingga gagasan yang telah didiskusikan dengan tim pemenangannya dapat dirangkum dan dipertanggungjawabkannya sebagai visi misi Cak Nur kedepan. (sak)

Bagikan artikel ini