Presiden dan Ibu Negara Joget Maumere

Presiden dan Ibu Negara Joget Maumere

Ada peristiwa menarik saat acara penutupan Pelatihan Akbar Guru-Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Provinsi DKI Jakarta yang berlangsung di Islamic Center Jakarta, Koja, Jakarta Utara, Rabu (20/09).

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang hadir dalam acara itu berkesempatan berjoget ‘Maumere’ bersama sekitar 1200 guru-guru PAUD yang hadir.

Presiden yang hadir mengenakan batik coklat dan Ibu Iriana dengan tampilan busana berwarna kuning itu tiba di lokasi sekitar pukul 14.15 WIB dan langsung disambut yel-yel khas guru PAUD.

“Mohon izin Bapak Presiden dan Ibu Iriana mari kita bersama-sama untuk goyang Gemu Famire bareng,” kata pembawa acara begitu Presiden dan Ibu Negara sampai di podium utama.

Presiden dan Ibu Negara pun kemudian bergoyang bersama kurang lebih selama enam menit disambut tepuk tangan meriah dari para guru-guru PAUD. Hal ini seperti dilansir dalam rilis Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Turut hadir dalam acara ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan sejumlah istri anggota Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja \

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengingatan, bahwa kunci pembangunan, kecerdasan, kunci karakter berada pada usia emas 1-12 tahun.

Karena itu, Jokowi menyampaikan bahwa guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki posisi yang sangat penting menentukan masa depan negara karena di PAUD lah anak-anak dididik.

“Kecerdasan itu sangat diperlukan. Tapi bila tidak diseimbangkan dengan budi pekerti yang baik, dengan nilai karakter yang baik, tidak ada gunanya,” kata Presiden.

Presiden menegaskan, di situlah proses-proses membangun mentalitas dan penguatan pendidikan karakter yang akan terus dilakukan pemerintah, yang sebetulnya menjadi titik lemah kita. Ia menunjuk pelaku-pelaku korupsi, yang pendidikannya merata mulai dari TK, SD, SMP, SMA, Universitas, semuanya juga ikut.

Oleh sebab itu, dua minggu yang lalu dirinya telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pendidikan karakter, yang ini nantinya diharapkan, Perpres ini menjadi payung hukum untuk mengalokasikan dana bagi guru-guru PAUD.

“Ada payung hukumnya. Kalau tidak ada payung hukumnya, mana berani gubernur, bupati, wali kota memberikan? Tapi ini baru dua minggu yang lalu. Gubernur, bupati, wali kotanya belum saya undang, saya berikan penjelasan mengenai itu. Nanti akan segera saya perintahkan setelah bertemu dengan gubernur, bupati, wali kota,” tegas Presiden.

Presiden meminta agar pelatihan-pelatihan guru PAUD itu lebih dimasifkan, tidak hanya dilakukan di 19 kota karena kita memiliki 516 kota dan kabupaten. “Jadi masih sangat kurang,” ujar Presiden seraya menekankan, agar seluruh guru-guru PAUD diberikan pelatihan yang sangat perlu, utamanya untuk mengetahui pilar-pilar karakter itu apa.

Tidak Sekadar Kecerdasan
Pada bagian lain sambutannya, Kepala Negara meminta agar anak-anak diberikanlah materi sesuai yang sudah disampaikan dalam pelatihan ini. “Berikanlah isi itu. Penting sekali anak-anak kita ini,” ujarnya.

Kepala Negara mengingatkan, bahwa dalam kompetisi global, persaingan SDM (Sumber Daya Manusia) antar negara, semuanya bersaing, berkompetisi karena batas antar negara ini sudah dibuka, sudah enggak ada batasnya. Orang luar Indonesia bisa masuk kesini. Orang Indonesia juga bisa masuk kesana untuk berkompetisi.

Untuk memenangkan kompetisi itu, lanjut Jokowi, tidak hanya masalah kecerdasan, tapi dibutuhkan karakter unggul, pribadi-pribadi unggul yang tahan banting, yang pantang menyerah.

“Itulah kenapa pelatihan ini dilakukan. Hal-hal yang berkaitan dengan cinta Tuhan, dan segala ciptaan-Nya, anak-anak harus diberi pemahaman sejak dini supaya tidak keliru,” tutur Presiden.

Yang berkaitan dengan kemandirian, mandiri, disiplin, tanggung jawab, tegas Presiden, anak-anak harus dilatih sejak dini, karena usia 1 sampai 12 tahun ini sangat menentukan.

“Siapa yang mengisi di situlah nanti yang akan menjadi perilaku, menjadi perangai, menjadi karakter mereka setelah mereka dewasa,” ujar Presiden seraya menekankan, yang berkaitan dengan kejujuran, amanah, berkata bijak, inilah karakter-karakter yang diperlukan.

Jangan sampai, lanjut Presiden nanti anak-anak kita sudah dewasa, pintar, cerdas, tetapi tidak memiliki karakter-karakter. “Sulit negara ini mengendalikan, mengelola orang-orang dengan karakter-karakter yang tidak betul. Itu menjadi tugas besar ibu dan bapak-bapak semuanya dalam menyiapkan kader-kader bangsa ke depan,” tegas Presiden.

Ditambahkan juga bahwa, guru-guru PAUD berada di dalam itu, bagaimana mendidik anak-anak kita agar memiliki karakter yang dermawan, suka menolong, bisa bekerja sama dengan temannya, bisa membangun sebuah tim, kerja bersama-sama membangun bangsa ini. (sak)

Bagikan artikel ini