Presiden Resmikan Tol Jombang-Mojokerto

Presiden Resmikan Tol Jombang-Mojokerto

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta percepatan pembangunan infrastruktur supaya konektivitas ke seluruh penjuru tanah air bisa terealisasi dengan cepat.

“Saya selalu meminta kepada pak menteri (Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) kapan bendungan selesai, kapan pembangunan jalan selesai. Menteri saya kejar, kemudian Menteri akan mengejar dirjennya dan semuanya saling kejar supaya cepat selesai,” katanya saat meresmikan jalan tol Jombang-Mojokerto di Gerbang Tol Mojokerto, Minggu (10/9).

Ia mengatakan, dirinya sebagai Presiden merasakan negara Indonesia bentangan luasnya dari Sabang sampai Merauke. “Saya sebagai Presiden saja amat susah untuk menjangkau seluruhnya, apalagi masyarakat, bisa dibayangkan,” katanya.

Ia mengemukakan, dirinya juga pernah akan meresmikan pelabuhan di Halmahera yang tidak bisa dijangkau dengan darat, kemudian akan dijangkau dengan laut.

“Namun saat itu, kondisi ombak sedang tinggi, sehingga untuk menuju kesana harus menggunakan heli. Namun, setelah pelabuhan tersebut selesai diresmikan, saat ini masyarakat bisa merasakan manfaatnya seperti semen bisa masuk, sembako bisa masuk,” katanya.

Selain itu, kata dia, barang-barang yang ada di Halmahera juga bisa keluar seperti cengkeh bisa keluar, lada bisa keluar dan juga barang-barang lainnya seperti kelapa.

“Sekali lagi saya tegaskan, sekarang ini bukan lagi negara besar akan mengalahkan negara yang kecil, tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat,” ujarnya.

Saat ini persaingan memang sengit dan hal-hal fundamental secepatnya barus diselesaikan bisa supaya bisa bersaing negara lain. “Jawa Timur bisa bersaing dengan Thailand dan Singapura. Yang sudah siap bisa bersaing dengan negara lainnya. Namun, jangan bermimpi negara bersaing kalau tidak ada infrastrukturnya,” katanya.

Dalam kesempatan ini, kata dia, pihaknya ingin menyampaikan kalau Jalan Tol Jombang-Mojokerto dengan total panjang 40,5 kilometer ini dikerjakan oleh swasta.

“Saya umumkan kalau pihak swasta yakni PT Marga Harjaya Infrastruktur turut membangun jalan tol ini, pihak swasta harus turut membangun supaya tidak melulu dikerjakan oleh BUMN,” ujarnya.

Jokowi juga memuji pembangunan infrastruktur di Jatim yang semakin lengkap. Menurutnya, bukan hal yang mustahil pertumbuhan ekonomi di Jatim bisa setara dengan negara di Asia. “Jatim bisa bersaing dengan Singapura. Begitu pula dengan provinsi lain, asalkan infrastrukturnya dibangun dengan baik” pungkasnya.

Ruas tol Mojokerto-Jombang seksi 2 terbentang sepanjang 19,9 kilometer yang menghubungkan Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto hingga Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Sementara seksi 4 membentang antara Desa Gondangmanis hingga Brodot di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Ruas terakhir sepanjang 0,9 km ini akan menghubungkan tol Mojokerto-Jombang dengan Tol Solo-Kertosono (Soker).

Dengan diresmikannya ruas tol yang menjadi bagian dari Tol Trans Jawa itu, maka seluruh ruas tol Mojokerto-Kertosono yang terbagi dalam 4 seksi sepanjang 40,5 km telah tersambung dan dapat beroperasi secara penuh. Ruas tol seksi 2 dan 4 itu akan melengkapi ruas tol seksi 1 dan 3 yang telah lebih dulu dioperasikan.

Sebagai informasi, seksi 1 dengan jarak sepanjang 14,7 km telah beroperasi sejak Oktober 2014 dan terbentang mulai Kecamatan Bandar Kedungmulyo hingga Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Sedangkan seksi 3 sepanjang 5 km terbentang mulai Desa Kemantren-Kecamatan Gedeg hingga Desa Canggu-Kecamatan Jetis, Kab. Mojokerto telah dioperasikan sejak Desember 2016. Ruas tol ini menghubungkan tol Jombang-Mojokerto dengan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). (sak)

Bagikan artikel ini