Prestasi Supriadi, Ditengah Keterbatasan
KOMUNITAS PERISTIWA

Prestasi Supriadi, Ditengah Keterbatasan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan penghargaan kepada Supriadi, salah satu pemain bintang Timnas U-16 yang menjuarai Piala AFF beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma memberikan piagam penghargan dan dana sebesar Rp 5 juta.

Selain Supriadi, Wali Kota Risma juga memberikan penghargaan kepada warga berprestasi dan beberapa instansi yang membantu Surabaya untuk terus berkembang menjadi lebih baik. Berbagai penghargaan itu diberikan usai upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 di halaman Taman Surya pada, Jumat (17/8) pagi.

Sebelum menutup upacara, Wali Kota Risma mengobarkan semangat anak-anak Surabaya untuk terus mengejar prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Bahkan, pada saat itu ia mencontohkan Supriadi yang memiliki latar belakang keluarga kurang mampu tapi bisa berprestasi di tingkat internasional.

“Saya tahu banyak sekali anak-anak Surabaya yang sudah breprestasi di tingkat nasional maupun dunia, tapi yang membedakan dengan Supriadi adalah di tengah keterbatasannya, dimana orang tuanya sangat miskin, tapi dia tetap mampu berprestasi. Supriadi membuktikan itu,” kata Wali Kota Risma.

Menurutnya, Supriadi ini patut dijadikan contoh, sehingga tidak ada lagi hambatan untuk mengejar prestasi. Walaupun orang tuanya berasal dari keluarga yang kurang mampu, tapi harus tetap berprestasi.

“Anak-anakku semuanya, ayo contoh Supriadi, jangan lagi ada hambatan, orang tua kalian boleh miskin, orang tua kalian boleh tidak mampu, tapi kalian harus tetap berprestasi,” kata dia.

Risma juga memastikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan, karena Tuhan itu sangat adil. Ia juga meyakinkan anak-anak Surabaya bahwa apabila memang ingin dan mau berhasil dan sukses, maka Tuhan akan membukakan jalannya. “Seperti yang dicontohkan Supriadi, di tengah keterbatasannya dia mampu mengangkat bendera merah putih di tingkat internasional,” ujarnya.

Risma mengatakan tidak perlu takut kalau suka musik, bulutangkis dan sepakbola. Jika memang suka pada salah satu bidang, dan orangtuanya pun mengijinkan, maka Wali Kota Risma meminta untuk menekuni bidang tersebut. “Ibu pengen, lahir Rudi Hartono baru dari Surabaya, lahir Messi baru dari Surabaya, dan lahir Ronaldo baru dari Surabaya,” tegasnya.

Oleh karena itu, Risma mengajak anak-anak Surabaya untuk terus berprestasi, karena waktu dan kesempatan ada di tangan anak-anak Surabaya, tinggal mau berprestasi atau tidak.

“Ayo anak-anakku yang lain, kejar prestasi kalian semuanya. Buat kami bangga kepada kalian, buat kota ini bangga kepada kalian. Kita tunggu prestasi kalian di tingkat dunia internasional, supaya kita sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia,” katanya dengan semangat berapi-api.

Seusai upacara, Risma bertemu langsung dengan Supriadi dan ibundanya. Bahkan, saat itu Risma meminta supaya Supriadi tidak sombong meskipun sudah membawa apapun. Sebab, apabila sombong maka tidak akan mau lagi untuk bekerja keras.

“Sebelum kamu bisa menjadi seperti Messi dan Ronaldo, maka jangan dulu menganggap berhasil, meskipun sudah membawa apapun, anggap kamu itu belum berhasil. Saya ingin dia bisa membawa nama baik orang tuanya, bisa membawa Kota Surabaya dan Indonesia di tengah-tengah percaturan dunia. Saya yakin dia bisa,” ujarnya.

Makanya, sebagai langkah awal, Risma ingin mengirimkan Supriadi untuk belajar ke Liverpool bersama sembilan anak Surabaya lainnya. Bahkan, kalau perlu Risma juga siap mencarikan beasiswa sepakbola apabila dia memang membutuhkan.

“Tapi dia harus tetap membawa panji-panji Indonesia, jika dibutuhkan Indonesia, dia harus pulang. Saya ingin dia jadi pemain professional,” tegasnya.

Setelah memberikan wejangan kepada Supriadi, Risma lantas membawa Supriadi dan ibundanya masuk ke ruang kerja wali kota. Mereka bertiga berfoto di samping meja kerja dengan background bendera merah putih dan bendera Kota Surabaya.

“Ayo foto di sini. Ini ada bendera Surabaya juga, biar nanti kalau kamu sudah jadi pemain professional, tidak lupa dengan Surabaya,” kata Risma kepada Supriadi sambil mengajak foto.

Sementara itu, Supriadi yang dibangga-banggakan sejak awal upacara mengaku sangat bangga sudah disupport dan selalu didukung oleh Wali Kota Risma.

Ia mengaku perlakuan dan penghargaan yang diberikan Pemkot Surabaya dan Wali Kota Risma tidak pernah terbayangkan sebelumnya. “Saya bangga banget. Terimakasih kepada Bu Risma yang sudah mendukung dan selalu mensupport terus,” ujarnya.

Ia mengaku dana sebesar Rp 5 juta yang diberikan oleh Pemkot Surabaya itu akan diberikan langsung kepada kedua orangtuanya. Bahkan, ia masih mempunyai cita-cita untuk mengumrohkan atau memberangkatkan haji kedua orangtuanya.

“Kemarin sih sudah saya belikan baju. Saya masih ingin memberangkatkan umroh atau memberangkatkan haji kedua orangtua,” kata dia.

Oleh karena itu, wejangan dari Wali Kota Risma akan dipegang teguh untuk menjadi pemain professional. Ia juga mengaku tidak ingin mengecewakan Wali Kota Risma yang sudah berencana memberangkatkannya ke Liverpool. “Jadi, kepada teman-teman semuanya di Surabaya, jika memang memiliki bakat, ayo disalurkan, jangan pernah takut,” pungkasnya. (ita)