Problemnya Pada Ekonomi & Politik Dunia

Problemnya Pada Ekonomi & Politik Dunia

Setelah menyelesaikan gelombang pertama pertemuan dengan sejumlah bupati di tanah air, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melanjutkan silaturahmi dengan bupati sejumlah daerah dalam pertemuan gelombang kedua, di ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/7) sore.

Dalam pengantar singkatnya, Presiden Jokowi mengaku sangat senang bisa bertemu langsung dengan para bupati.

Ia menjelaskan sengaja meluangkan waktu yang cukup panjang agar mereka dapat menyampaikan apa-apa yang menjadi keluhan, dan mungkin pemerintah pusat bisa membantu.

“Silakan sampaikan apa-apa yang menjadi keluhan dan mungkin pemerintah pusat bisa membantu di wilayah kabupaten yang Bapak/Ibu pimpin,” kata Presiden.

Presiden menjelaskan, bahwa tantangan dan problem besar sekarang ini baik dengan pertumbuhan ekonomi dunia, adalah ketidakpastian ekonomi dan politik dunia, sehingga ini juga mempengaruhi target pertumbuhan yang diinginkan. “Meskipun patut kita syukuri, alhamdulillah,” ujar Jokowi.

Tidak Bahas Pilpres
Jokowi juga meminta kepada para kepala daerah agar berperan serta mendinginkan suasana dalam berdemokrasi sehingga tidak terjadi kegaduhan yang mengganggu.

“Presiden telah berpesan agar rakyat tidak diajari berpikir terlalu rumit. Demokrasi adalah demokrasinya rakyat. Mari kita ciptakan kondisi baik supaya negara kita aman, kondusif,” kata Agus Ambo Djiwa, Bupati Mamuju Utara, Sulawesi Barat, yang hadir dalam pertemuan dengan Jokowi.

Agus menegaskan, bahwa pertemuan yang berlangsung selama 2,5 jam mulai dari pukul 09.00 WIB itu sama sekali tidak membahas arahan Presiden terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Ia menegaskan, Presiden sama sekali tidak mengarahkan untuk menentukan siapa.

Presiden, lanjut Bupati Mamuju Utara itu, justru meminta agar kepala daerah turut serta mendinginkan suasana dan menciptakan suasana demokrasi yang kondusif, baik, supaya negara semakin berkembang maju.

“Ajari masyarakat berdemokrasi baik, bagus, sehingga mereka paham apa itu demokrasi, apa sih tujuan kita berdemokrasi,” kata Agus menyampaikan penuturan Presiden.

Menurut Agus, Presiden juga meminta agar jangan ada bahasa-bahasa yang memprovokasi, mengundang rakyat tidak bersimpati pada pejabat, pada siapa saja.

“Presiden meminta agar kepala daerah lebih fokus pada program kerja. Harus fokus, kalau infrastruktur, ya infrastruktur saja, jangan yang lain-lainnya supaya kelihatan penekanannya,” terang Agus.

Senada dengan Agus, Bupati Sidoarjo Saiful Illah mengatakan bahwa tidak ada pembicaraan politik dalam pertemuan dengan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor itu.

“Tidak, tidak, Pak Presiden tidak membahas politik, tidak ada,” tegas Saiful yang hadir dalam pertemuan Bupati dengan Presiden Jokowi pada gelombang pertama, Kamis (5/7) pagi.

Ia mengaku menyampaikan beberapa hal mewakili masyarakat, yang langsung direspons dengan sangat baik oleh Jokowi.

“Kami menyampaikan usul dari kepala desa agar anggaran untuk prona pembuatan sertifikat dinaikkan karena biaya yang dijatah sekarang Rp 150 ribu itu tidak cukup. Jadi dipertimbangkan tadi untuk naik jadi Rp 300 ribu,” jelas Saiful. (sak)

Bagikan artikel ini