Rank 1 Neraca Perdagangan Ikan di Asteng
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Rank 1 Neraca Perdagangan Ikan di Asteng

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan bahwa kebijakannya selama ini di bidang kelautan dan perikanan dapat meningkatkan stok ikan di laut. Menurutnya, stok ikan di laut Indonesia mengalami peningkatan dari 6,5 juta ton menjadi 12.5 juta ton.

“Terbukti dengan penanganan yang benar, sekarang illegal fishing tidak ada. Stok ikan kita nambah dari 6,5 juta ton menjadi 12,5 juta ton,” ungkap Menteri Susi saat memberi kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang, pekan lalu.

Beliau menambahkan bahwa peningkatan stok ikan di Indonesia dilakukan oleh armada dalam negeri, hanya Indonesia.

Data stok ikan tersebut per 2017, sementara untuk stok ikan terbaru saat ini Menteri Susi belum mengetahuinya karena ada kemungkinan belum dirilis oleh Kajiskan (Komnas Pengkajian Stok Ikan).

Menteri Susi menjelaskan kenaikan stok ikan di laut tidak terlepas dari adanya kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan dan larangan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti alat tangkap cantarang yang pemberlakuannya masih ditunda atas permintaan para nelayan.

Beliau menambahkan alasan mengapa cantrang tidak diperbolehkan untuk digunakan sebagai alat tangkap karena cantrang termasuk dalam alat tangkap yang dapat merusak populasi ikan. Selain itu, Menteri Susi juga menyampaikan dengan adanya kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan, laut Indonesia menjadi laut yang menakutkan bagi pencuri ikan karena intergritas dan kekuatan yang dimiliki Indonesia.

Indonesia saat ini berada diperingkat nomor satu dalam neraca perdagangan ikan di Asia Tenggara untuk pertama kalinya selama Indonesia merdeka. (sak)