Rendang Jamur jadi Panganan Nikmat

Rendang Jamur jadi Panganan Nikmat

Bagi Nur Fajrianti, CEO Masrumfood, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (K2N) yang dilaksanakan Universitas Indonesia (UI) bukan hanya sarana untuk melaksanakan poin ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat.

Siapa sangka, K2N yang dilalui perempuan yang kerap disapa Fafa ini memberinya inspirasi mengembangkan makanan olahan jamur sehat yang diberi nama Masrumfood.

Perkenalan Fafa dengan jamur dimulai ketika ia terpilih mengikuti K2N di Tugu Utara, Puncak, Bogor. Di daerah yang terkenal sebagai penghasil jamur tiram putih itu, Fafa membantu masyarakat sekitar memproduksi penganan kerupuk jamur.

“Jamur itu makanan yang unik. Dia sebenarnya termasuk sayuran, tapi proteinnya tinggi serta rendah lemak dan kalori. Jamur juga sangat cocok untuk vegetarian karena teksturnya mirip daging,” tutur Fafa saat acara UI Career & Scholarship Expo, Kamis (29/6) lalu.

Namun, ia merasa jamur berpotensi diolah menjadi makanan yang lebih sehat dan bernilai ekonomi tinggi, dibanding sekadar menjadi kerupuk jamur. Dari sanalah, Fafa kemudian membuat olahan rendang jamur sehat yang diolah tanpa monosodium glutamat (MSG) dan pengawet.

Dengan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di kawasan Pancoran Mas, Depok, tempat ia melakukan penelitian skripsi, Fafa pelan-pelan mulai merancang bisnis rendang jamur ini pada tahun 2015.

Olahan rendang jamur yang dia pasarkan seharga Rp 25.000 per stoples ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya kelas menengah atas yang sudah memiliki pemahaman tentang pentingnya makanan sehat.

“Nah kita juga masih punya PR mengedukasi seluruh lapisan masyarakat supaya memiliki kesadaran mengonsumsi makanan sehat, karena kita ingin menyasar semua kalangan,” ujarnya.

Keunikan produk olahan rendang jamur Masrumfood ini membawanya menyabet berbagai penghargaan dalam lomba kewirausahaan, antara lain kompetisi Program Wirausaha (PMW) UI dan UI Incubate 2016 yang dilaksanakan Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis (DIIB) UI.

Lembaga ini merupakan direktorat yang bertugas bertugas untuk merumuskan kebijakan dan pengembangan Inovasi, pengelolaan inkubator bisnis dan proses Hak atas Kekayaan Intelektual dan pengembangan muatan kurikulum yang mendorong inovasi dan pengembangan kewirausahaan dalam lingkungan sivitas akademika Universitas Indonesia.

Fafa mengatakan, pendampingan dari DIIB UI sangat membantunya untuk mengembangkan bisnis Masrumfood ini. “Program dari DIIB sangat berbeda dengan program hibah bisnis lain. Di DIIB, kita diberi pendampingan, ilmu, monitoring, challenge sehingga makin termotivasi untuk mengingat mimpi kita. Tanpa DIIB, belum tentu Masrumfood bisa lahir,” ujar Fafa.

Setahun kemudian, bisnis rendang jamur Fafa berkembang cukup pesat. Bersama tiga anggota timnya, Fahri Rafiki (Teknologi Bioproses 2013), Billy Mandala Putra (Matematika 2012), Maysita Utami (Sastra Belanda 2013), Fafa memberanikan diri mendirikan Warung Jamur Depok di Jl KHM Usman No 40, Kukusan, Beji, Depok.

Warung makan ini menyediakan aneka olahan jamur, seperti nasi goreng jamur, seblak jamur, cah jamur, mie goreng jamur, dan sebagainya. Efisiensi biaya produksi dan tantangan untuk terus berinovasi menjadi alasan Fafa melebarkan sayap usahanya.

“Mubazir kalau tempat yang sudah disewa hanya digunakan untuk produksi rendang jamur dua minggu sekali. Dengan mendirikan warung, kita jadi tahu bagaimana pendapat konsumen tentang produk yang kita buat dan terus terpacu untuk mencoba resep baru,” tutur lulusan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI angkatan 2012 ini.

Selain efisiensi dan inovasi, Fafa mengingatkan pentingkan membangun jaringan (networking) bagi mahasiswa yang ingin terjun ke dunia kewirausahaan. Fafa mengaku, banyak sekali manfaat yang ia dapatkan dari mengikuti berbagai komunitas.

“Komunitas itu bisa memberi banyak info tentang bazaar, calon konsumen, dan teman-teman untuk sharing ilmu tentang bisnis,” ujar Fafa yang aktif dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) UI, Komunitas Pengusaha Kampus Depok, dan Komunitas Organik Indonesia. Informasi lebih lanjut tentang produk Masrumfood yang menyehatkan ini bisa diperoleh lewat http://masrumfood.com. (sak)

Bagikan artikel ini