Rizky dan Komunitas Laskar Pahlawan

Rizky dan Komunitas Laskar Pahlawan

Dalam menghadapi kehidupan di kampus, tak jarang mahasiswa dihadapkan pada problematika sosial di lingkungan sekitar. Hal ini sesuai amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diemban universitas, yakni melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Begitulah yang dialami Rizky Ananda Putra, pendiri komunitas Laskar Pahlawan. Bersama rekan-rekannya, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini mendirikan Laskar Pahlawan karena tergerak untuk menanamkan pendidikan karakter pada siswa tingkat SD hingga SMA.

Komunitas ini tidak hanya mengajarkan materi yang diujikan untuk ujian sekolah tetapi juga mengajarkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter dikemas secara menyenangkan, seperti menceritakan kisah inspiratif maupun menyuguhkan tontonan yang memuat nilai-nilai sosial.

Dalam agenda mingguan yang dilakukan setiap hari Jumat, kegiatan meliputi membahas PR, membahas materi sekolah, kemudian dilanjut dengan penanaman nilai-nilai edukatif dengan menggunakan media, seperti Youtube, film, maupun review buku inspiratif. Kegiatan itu dikhususkan untuk anak SD dan SMP.

“Untuk agenda bulanan, kita berbagi kisah inspirasi melalui kisah-kisah tokoh dan juga memberikan game yang mendidik. Alhamdulillah, kita sudah ada kerjasama dengan salah satu perusahaan,” ujar Rizky yang juga menjabat sebagai Ketua BEM FEB Unarir.

Berjalan satu tahun, rupanya komunitas ini sempat mengalami kendala. Meski bukan kendala yang berarti, Rizky mengatakan bahwa keterbatasan pengajar sempat menjadi hambatan berjalannya komunitas ini.

Pasalnya, sebagian besar pengajar adalah mahasiswa yang memiliki jabatan tinggi di kampus. Sehingga, mereka disibukkan dengan berbagai kegiatan. Namun, hal tersebut diminimalisir dengan melakukan open volunteer.

“Sukanya kalau melihat adik-adik datang bareng-bareng dan sudah hadir sebelum pengajar datang. Semangat belajarnya itu yang bikin kita senang. Dukanya, ketika para pengajar pada sibuk ngurusin kegiatan di kampus masing-masing,” tuturnya seperti dirilis PIH Unair.

Saat ini, tim inti pengajar berasal dari rekan-rekan Rizky yang tergabung dalam suatu organisasi. Ia mengatakan, kepada siapapun yang bersedia untuk bergabung maka dengan senang hati akan diterima. Ia berharap, tenaga pengajar di Laskar Pahlawan semakin bertambah. Bahkan dia bercita-cita untuk memberikan fasilitas satu murid satu pengajar. (ita)

Bagikan artikel ini