Royalti ‘TKP BICARA’ untuk Veteran

Royalti ‘TKP BICARA’ untuk Veteran

Aiptu Pudji Harjanto, anggota polisi yang sehari-hari bertugas di Inavis atau bagian Identifikasi, Polrestabes Surabaya bertandang ke Kantor Pejuang Kemerdekaan dan Cacat Veteran RI di Jalan Rajawali, Surabaya, Sabtu (8/10).

Polisi penulis buku berjudul ’TKP Bicara’ itu menyerahkan bantuan dari hasil royalti karya tulisnya. Bantuannya diberikan pada Mukari, veteran penghuni kantor tersebut. Pejuang kemerdekaan berusia 69 tahun itu merupakan satu dari sekian pejuang yang menikmati hari tua dengan kaki kiri palsunya.

“Beberapa hari sebelumnya, pikiran dan hati saya tergerak, ingin datang kesini. Ternyata benar. Disini ada sesepuh yang telah berjasa, berjuang tanpa pamrih demi kemerdekaan bangsa dan negara. Tidak seberapa bantuan ini, tapi saya harap bisa menghibur dan membantu beliau,” ujar Pudji sambil memberikan tiga buah amplop berisi uang.

Dikatakan, sumbangan yang diserahkan itu sebagian dari temannya dan juga royalti penjualan buku ’TKP Bicara’.

Menerima sumbangan itu, Mukari yang pensiun dari Polri dengan pangkat terakhir Kapten terharu. Didampingi anaknya, Tari, dia mengatakan terimakasih dan mendoakan niat Pudji Harjanto segera terwujud.

“Saya tidak bisa bilang apa-apa, hanya ribuan terimakasih kepada anak-anakku sekalian yang datang kesini, sekali lagi terimakasih,” ucap Mukari dengan suara bergetar.

Pudji datang bersama puluhan rekannya dari berbagai latar belakang dan profesi. Selain Surabaya, juga dari berbagai kota di Jawa Timur.

“Mereka ini, teman-teman komunitas yang peduli dengan pejuang kemerdekaan dan cacat veteran. Tujuan kami ingin berbagi, karena mereka telah berjuang,” tambahnya.

Dalam waktu dekat Pudji ingin mewujudkan gagasannya, membuat wadah komunitas sosial. Kiprahnya di bidang sosial utamanya menyantuni pejuang kemerdekaan dan cacat veteran di Indonesia. “InsyaAllah segera terwujud,” katanya.

Nama yang sudah digagas, Geppecvet RI kepanjangan Gerakan Peduli Pejuang dan Cacat Veteran Republik Indonesia. Anggotanya siapa saja warga negara Indonesia yang peduli terhadap pejuang dan cacat veteran. “Silahkan bergabung. Mohon doanya ya,” pungkas Pudji.

Usai menyerahkan bantuan, Pudji dan rombongan menyempatkan diri melihat-lihat bangunan bersejarah di tempat yang dihuni pejuang kemerdekaan dan cacat veteran dan janda pejuang itu. (sak)

Bagikan artikel ini