Runner-up, Pemprov Jatim Puas Hasil PON

Runner-up, Pemprov Jatim Puas Hasil PON

Pemprov Jatim mengaku puas dengan capaian kontingen Jatim pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX yang berlangsung di Jawa Barat dengan meraih posisi kedua, dibawah tuan rumah Jawa Barat.

“Harapan memang juara umum, tapi melihat kenyataan di lapangan, sudah sangat wajar dan prestasi luar biasa berada di posisi runner-up, apalagi diatas DKI Jakarta,” ujar Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf kepada wartawan di Surabaya, Jumat (30/9).

Berdasarkan klasemen akhir, Jatim berada di posisi kedua dengan perolehan 132 medali emas, 138 medali perak dan 134 medali perunggu. Perolehan medali DKI Jakarta menempatkan kontingen ibukota di posisi ketiga, yakni sama-sama mendulang 132 medali emas, 124 perak dan 118 medali perunggu.

Sedangkan, tuan rumah Jawa Barat kokoh di puncak klasemen dan peluang menyabet juara umum 99 persen setelah jauh mengoleksi, yaitu 217 medali emas, 156 medali perak dan 158 medali perunggu.

Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya sebanyak 737 atlet yang bertarung pada ajang kompetisi olahraga terbesar empat tahunan se-Tanah Air tersebut telah menunjukkan hasil maksimal sehingga sangat layak dihargai serta diapresiasi semua pihak, khususnya masyarakat Jatim.

“Kami akui Jabar memang sangat kuat dan berjuang habis-habisan di PON kali ini, dan sebagai tuan rumah memang sangat besar peluang juara umum,” ucap pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal pada kepemimpinan Presiden SBY periode pertama tersebut.

Konsentrasi Jatim kali ini, kata dia, bertahan di urutan kedua sekaligus berada di atas kontingen-kontingen dari provinsi lain. Dan berhasil.

Ke depan, mantan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim itu berharap mampu mencapai prestasi lebih tinggi lagi dan mengibarkan bendera di arena PON XX yang dijadwalkan diselenggarakan di Papua pada 2020.

“PON di Papua empat tahun lagi menjadi peluang bagi Jatim memperbaiki prestasinya. Bukannya meremehkan atlet-atlet tuan rumah, tapi kekuatan Papua di PON-PON sebelumnya masih di atas Jatim, tapi tetap mereka layak dipertimbangkan,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, komandan kontingen atlet sekaligus Gubernur Jatim Soekarwo menilai posisi runner-up sangat realistis. “Dari awal sudah diprediksi kalau tuan rumah akan sangat kuat dan peluang juaranya besar. Jatim berada di posisi kedua sudah masuk akal dan ini adalah prestasi,” katanya.

Banyak Rekor Dipecahkan
Saat acara penutupan, Gubernur Jabar yang juga Ketua Umum PB PON XIX, Ahmad Heryawan mengatakan PON XIX berjalan lancar, sukses dan terkendali serta banyak prestasi walaupun diwarnai persaingan meraih predikat juara.

“Saya sebagai Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Umum PON XIX mengucapkan terima kasih atas kerja keras, kerja cerdas serta kerja ikhlas dari seluruh panitia, relawan dan peserta dan akan di akhiri dengan kerja tuntas sampai PON XIX selesai,” kata Aher.

Keberhasilan PON XIX dapat dilihat dari seluruh pertandingan yang di gelar dari 44 cabang olahraga di 16 Kabupaten/Kota dapat berjalan sesuai jadwal pertandingan.

“Jika diakumulasi dari 5.205 pertandingan selama PON XIX tercatat ada 11 pertandingan yang terkendala berarti hanya 0,2 persen, sedangkan untuk sengketa perkara hanya 9 perkara jauh menurun dari PON sebelumnya. Begitu juga dengan sarana prasarana dan sebagainya tidak ada keluhan dari peserta. Pada PON XIX banyak rekor yang dipecahkan 89 rekor PON, 33 rekor nasional, 1 rekor Sea Games, 26 rekor Asia dan 5 rekor dunia,” ucap Aher.

Aher juga menyampaikan, kesuksesan PON XIX bisa diikuti Propinsi Papua yang akan mengelar PON XX 2020. Sebagai bentuk dukungan ia siap membantu Papua dalam penyelenggaraan. “Selamat tinggal PON XIX Jabar dan selamat datang PON XX Papua. Ini adalah provinsi paling timur yang pertama kali jadi penyelenggara multievent (PON),” tuturnya. (sak)

Bagikan artikel ini