Rusa Lengkapi Coban Jahe Malang

Rusa Lengkapi Coban Jahe Malang

Keseriusan Perhutani KPH Malang mengelola tempat wisata Coban Jahe di Kabupaten Malang semakin terlihat dengan wahana edukasi taman berisi 10 ekor rusa tutul.

Kepala Perhutani KPH Malang, Errik Alberto, mengatakan, di wahana baru ini itu berisi 10 ekor rusa, elapan betina dan dua ekor jantan. “Adanya wahana baru ini, kami harap masyarakat atau pengunjung tidak sekadar menikmati keindahan alam saja tetapi juga bisa melihat kehidupan rusa, terutama untuk anak-anak, mereka akan mendapatkan wawasan tentang rusa,” katanya, seperti dikutip Jatimnews room.

Agar pengunjung mudah menadapatkan informasi, Perhutani menyiapkan keterangan terkait dengan rusa tutul. Mulai dari nama latin, asal, usia, serta daerah mereka dapat ditemukan.”Seluruh rusa yini berasal dari Kebun Raya Bogor, kami harapkan di sini bisa berkembang biak,” ujarnya..

Dia tidak menjelaskan detail bagaimana proses perolehan rusa tersebut. Yang jelas, setelah datang, Perhutani langsung menempatkannya di Coban Jahe. ”Alasan kami menempatkan di Coban Jahe, karena alamnya sangat bersahabat,’’ tuturnya.

Di Coban Jahe, rusa-rusa ini menempati kandang seluas 1 hektar. Di kandang, rusak juga ada bangunan semi permanen yang dijadikan rusa berteduh dari terik matahari ataupun hujan yang mengguyur.

Untuk diketahui, Coban Jahe adalah satu dari sekian banyak air terjun cantik di Malang yang bisa dikunjungi. tempat wisata ini juga dikenal dengan nama Air Terjun Begawan karena lokasinya berada di Desa Begawan.

Coban Jahe termasuk dalam kawasan Perhutani Unit II RPH Sukopuro-Jabung. Coban Jahe memiliki tinggi sekitar 45 meter dengan debit air yang cukup deras, terutama di musim hujan. Aliran air yang jatuh dari atas langsung mengalir ke sungai kecil di bawahnya.

Selain itu, terdapatnya bebatuan besar di sekitar air terjun menjadikannya kian menantang. Pemandangan di objek wisata Coban Jahe memang tak perlu diragukan lagi keindahannya, ditambah dengan suasana yang masih alami dengan tanaman-tanaman hijau menghiasi dinding tebing, menjadikan Coban Jahe sangat sayang untuk dilewatkan.

Tapi, sebelum bisa menikmati keindahan Coban Jahe terlebih dahulu kita akan dipaksa untuk berjalan kaki sejauh kurang lebih 1 km dengan jalur setapak yang akan cukup licin ketika musim hujan. Namun, sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan alam sekitar yang terlihat cukup asri, jadi jangan takut bosan. (jnr)

Bagikan artikel ini