Saat Asmat Disebut Kabupaten 1001 Papan

Saat Asmat Disebut Kabupaten 1001 Papan

Kabupaten Asmat, Provinsi Papua dikenal dengan kondisi jalannya yang sempit, terdiri dari papan-papan yang tersusun rapi namun kokoh untuk dilewati kendaraan roda dua. Berangsur-angsur, infrastruktur jalan yang sehari-hari digunakan warga Asmat terus dibenahi pemerintah setempat.

“Itu lebar jalan sekitar 1,5 meter sampai 2 meter. Semuanya itu papan. Sehingga terkenal juga dengan sebutan kota 1001 papan,” ungkap Salmon Kareth, Manajer PT PLN (Persero) Area Timika, Jumat (2/2) lalu.

Salmon menjelaskan, saat ini kondisi jalanan sudah semakin baik dan berbagai wilayah juga sudah dibeton. Masyarakatpun bisa berkendara roda dua dengan nyaman.

Satu hal yang menarik di kota ini, motor listrik sudah digunakan warga untuk beraktifitas. Motor ini sangat cocok digunakan karena ringan dan dapat berjalan baik di atas papan.

Kendaraan ramah lingkungan tersebut ternyata sangat populer di Agats, ibukota Kabupaten Asmat. Masyarakat memanfaatkan motor listrik sebagai ojek dan pengangkut barang lainnya.

Dalam perannya, PT PLN juga telah menyediakan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di ruang terbuka guna mempermudah masyarakat mengisi bahan bakar kendaraan berlistrik tersebut.

“Di Asmat PLN sudah menyediakan dua unit SPLU. Itu ada di halaman Kantor Bupati dan dermaga pelabuhan di ibukota kabupaten,” jelas Salmon.

Motor listrik tersebut juga menjadi transportasi favorit sehari-hari bupati. “Bapak Bupati juga kalau bekerja itu pakai motor listrik. Sama saja dengan warga lainnya. Motor juga tidak berisik. Motor listrik sudah digunakan masyarakat sudah lama sekali,” jelas Salmon antusias.

Memang, apabila ditinjau dari kondisi topografinya, Kabupaten Asmat tidak punya banyak pilihan untuk berkendara. Berada di pesisir pantai/diatas rawa membuat warga hanya dapat berpegang pada transportasi air,motor listrik bahkan berjalan kaki untuk beraktifitas sehari-hari. (sak)

Bagikan artikel ini