Saat Guru MTsN Membuat Roket Air

Saat Guru MTsN Membuat Roket Air

Sejumlah sembilan guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 24 Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur melakukan kunjungan ke Pusat Teknologi Roket LAPAN, Rumpin, Bogor, pekan lalu.

Kunjungan ini sebagai tindak lanjut dari sosialisasi uji coba modul edukasi penerbangan dan keantariksaan di sekolah-sekolah beberapa waktu lalu yang dilakukan LAPAN.

Kepala Bidang Diseminasi Pusat Teknologi Roket (Pustekroket), Lilis Mariani menginformasikan, berbagai kegiatan pengembangan roket terus dilakukan LAPAN. Sampai saat ini hasilnya telah menunjukkan kemajuan. Program pengembangan roket tersebut mulai dari RX 1220, RX 2020, RX 320, RX 450, sampai dengan RX 550.

Berbicara mengenai roket air, menurutnya, pada prinsipnya mekanisme cara kerjanya sama dengan roket yang sebenarnya, memanfaatkan gaya aksi-reaksi. Gaya ini timbul akibat pembakaran bahan bakar yang dibawa roket.

Bahan bakar yang dibakar menciptakan gas panas yang terus mengembang sehingga menghasilkan tekanan ke bawah dan mendorong roket untuk meluncur. Pada roket air, tenaga pendorong timbul akibat desakan udara yang dipompakan ke dalam roket berisi air.

Lilis menerangkan secara garis besar tentang bagian-bagian roket. Nosecone (hidung) berguna untuk meningkatkan aerodinamis. Fin (sayap) untuk menjaga kestabilan. Sedangkan nozzle (ekor) untuk menahan air dan memasukkan atau mengeluarkan udara.

Mewakili pihak sekolah, Esty mengaku senang atas kesempatan mereka belajar membuat roket air. Ia berharap, agar para guru dapat menggunakan kesempatan yang baik tersebut untuk menyerap ilmu yang diberikan tim LAPAN.

Pembimbingan tersebut, menurutnya dapat diajarkan kepada murid-muridnya. “Belajar membuat roket secara langsung merupakan memberikan pengalaman tersendiri bagi kami. Hal ini membangkitkan minat kami untuk semakin menambah wawasan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Bimbingan pembuatan roket air tersebut dipimpin langsung Kabid Diseminasi Pustekroket dan tim. Dalam bimbingan pembuatan roket tersebut guru-guru sangat antusias untuk membuat roket air. Mereka aktif mengajukan pertanyaan. Acara diakhir dengan peluncuran roket hasil karya para guru. (sak)

Bagikan artikel ini