Saat Gus Ipul jadi Model Lukisan

Saat Gus Ipul jadi Model Lukisan

Sekitar 100 Pelukis di Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) menjadikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf sebagi objek lukisan, Rabu (12/10). Lukisan ini nantinya akan dijadikan sebagai kado Hari Jadi ke-71 Provinsi Jawa Timur.

Oleh pelukis, mantan menteri yang akrab disapa dengan Gus Ipul inipun harus rela disuruh-suruh oleh para pelukis demi mendapatkan pose terbaik. “Ini pengalaman baru, rasanya ndredek (grogi). Tengok kanan sebentar, yang kiri sudah teriak. Habis itu tengah juga manggil lagi,” canda Gus Ipul di areal pameran lukisan di Jatim Expo, Surabaya.

Menurutnya, lukisan dengan objek tunggal akan menghasilkan sudut pandang berbeda-beda. Bergantung dari si pelukis dan penikmat lukisan mengartikannya. “Karya lukis itu sama dengan cara kita dalam memandang sebuah masalah. Darimana kita menyelesaikannya,” kata Gus Ipul pada wartawan usai menjadi model dadakan di lokasi PSLI.

Dikatakan, mengungkapkan karya lukisan juga bisa diibaratkan sebagai sebuah politik. “Sama dengan politik. Lihat satu masalah bisa saja beda-beda penafsiran. Tergantung sudut pandangnya,” ungkap mantan ketua umum GP Asnhor.

Namun kata dia, nilai berharga yang bisa dipetik dari para pelukis yakni keakraban dan keguyubannya. Sesama pelukis saling membantu satu dengan lainnya.

Pasar Seni Lukis yang memasuki tahun ke-9 dalam pelaksanaanya, lanjut Gus Ipul, bisa ikut menggerakkan perekonomian rakyat. Sekaligus jadi pintu ikhtiar memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kita berharap tidak hanya dibeli orang Jawa Timur atau orang Indonesia saja. Tetapi bisa juga dibeli warga MEA,” pungkas Gus Ipul.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara PSLI M Anis mengatakan, melukis Gus Ipul merupakan rangkatan dari PSLI. Nantinya, 10 nominasi pelukis Gus Ipul akan dijuri untuk mendapatkan hadiah dari wakil Gubernur Jawa Timur itu. ‘’Gus Ipul sendiri yang akan memberi hadiahnya,’’ kata Anis yang juga pentolan sanggar Merah Putih.

PSLI 2016 sendiri merupakan rangkaian acara HUT Provinsi Jawa Timur ke-71. Even ini sekaligus menjadi ajang penjualan lukisan. Pelaksanaan tahun lalu, transaksinya mencapai Rp 1,4 miliar. Tahun ini, panitia meningkatkan target transaksi menjadi Rp 2 miliar.

“Kita memberikan kesempatan kepada para seniman-seniman lukis untuk berkarya. Kita juga akan memberikan apresiasi pada seluruh pelukis. Juara 1, 2 dan 3 akan ada hadiah. Hadiahnya apa, tunggu tanggal mainnya,” imbuh Gus Ipul.

Salah satu pelukis dari Jakarta, Paul Hendro yang melukis wajah Gus Ipul mengatakan, tidak mudah melukis karakter orang. ‘’Ini masuk katagori ekspresionis dalam hal menangkap karakter seseorang,’’ kata seniman yang melukis dengan teknik pisau palet itu. (sak/ist)

Bagikan artikel ini