Sapuangin Speed 5 ITS Siap ke Jepang

Sapuangin Speed 5 ITS Siap ke Jepang

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui ITS Team Sapuangin resmi meluncurkan mobil Sapuangin Speed (SAS) 5, akhir pekan lalu, untuk kembali dilombakan dalam ajang Student Formula Japan 2017.

Tak tanggung-tanggung, ITS optimistis kali ini dapat meraih hasil terbaik, minimal masuk 10 besar, dalam ajang dunia tahunan terbesar bagi mahasiswa pecinta otomotif ini.

“Setelah melalui berbagai evaluasi panjang, kami yakin tahun ini ITS akan mampu masuk dalam 10 besar di kompetisi Student Formula Japan ini,” tandas Rektor ITS, Prof Joni Hermana.

Evaluasi tersebut di antaranya dari sisi engine performance serta body design. Mobil balap formula ITS generasi kelima ini diklaim bertenaga maksimal 81,6 KW.

“Kami merombak total permesinan mobil ini, dengan empat silinder dan perbandingan kompresi 12,8:1. Dengan demikian kami yakin tidak akan mengalami kendala yang berarti seperti tahun sebelumnya.” terang Annas Fauzy, manajer umum ITS Team Sapuangin.

Perlu diketahui, pada ajang Student Formula Japan 2016, SAS 4 sempat mengalami kebocoran pada minyak kopling mesin dan kerusakan kabel shifter mesin.

Meski begitu, mobil balap generasi keempat milik ITS itu sukses menyabet penghargaan Fuel Economy Award, karena unggul dalam efisiensi dan konsumsi bahan bakar.

Selain penilaian dari segi konsumsi energi, kompetisi yang diikuti oleh 98 tim dari seluruh penjuru dunia ini juga memiliki beberapa sub-event penilaian.

Antara lain design report, cost report, business plan report, skid pad, acceleration, autocross, serta endurance. Penilaian dari masing-masing sub-event tersebut nantinya akan diakumulasikan menjadi poin akhir.

“Dengan hasil evaluasi selama setahun ini, kami sangat berharap SAS 5 dapat lolos ke peringkat sepuluh besar,” tegas mahasiswa yang tengah menjalani perkuliahan tahun keempat ini.

Harapan itu memang tidak mustahil, menengok track record perjalanan SAS yang sangat mengesankan. Di tahun pertama kepesertaan, SAS telah menyabet penghargaan sebagai pendatang baru terbaik atau Best Rookie Award. “Peringkat SAS pun terus meningkat setiap tahunnya,” lanjut Annas.

Hal senada diamini Dr Ir Atok Setiawan selaku pembimbing dari ITS Team Sapuangin. “Mencapai peringkat 52 di tahun 2014 SAS terus membuktikan diri menjadi lebih baik. Yakni dengan pencapaian peringkat 49 di tahun 2015 dan 27 di tahun 2016, tidak menutup kemungkinan ITS bisa merangkak sejajar dengan tim papan atas tahun ini,” ujar dosen Departemen Teknik Mesin ini.

ITS Team Sapuangin sendiri fokus menciptakan dua jenis mobil, yaitu mobil hemat energi dan mobil formula. Mobil formula karya ITS Team Sapuangin ini sudah mencapai generasi ke-5.

Pencapaian Sapuangin sendiri sudah terbilang bagus di mata dunia, terutama dalam ajang Student Formula Japan yang diikuti. Terbukti dari prestasi-prestasi yang diraih seperti menjadi Best Rookie Award, atau sebagai pendatang pertama terbaik di tahun 2013, serta peringkat Sapuangin yang meningkat drastis setiap tahunnya.

Dalam acara peluncuran yang berlangsun di halaman gedung Rektorat ITS tersebut, juga dilakukan ujicoba atau test drive kecepatan mobil SAS 5 tersebut di hadapan para hadirin dan awak media.

Rencananya, tim yang beranggotakan mahasiswa dari Departemen Teknik Mesin, Teknik Fisika, dan Teknik Material ini akan bertolak ke Ecopa Stadium, Shizuoka Prefecture, Jepang pada 2 September 2017. Memboyong 17 anggota tim serta tiga dosen pembimbing, Annas mengaku siap berlaga di ajang Student Formula Japan 2017 yang berlangsung pada 5 – 9 September 2017.

Selain dari ITS, tercatat terdapat beberapa universitas lain dari Indonesia yang juga akan berlaga di kompetisi tersebut, yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Student Formula Japan (SFJ) merupakan event tahunan yang diadakan oleh JSAE (Japan Society of Automotive Engineering). Kompetisi ini sangat ditunggu-tunggu oleh mahasiswa pecinta otomotif.

Tidak hanya di Jepang (Asia), Student Formula juga diadakan di beberapa benua lain yaitu Australia, Eropa, dan Amerika. SFJ memiliki beberapa sub-event yang harus dilewati oleh masing-masing peserta, antara lain design report, cost report, dan business plan pada static event, serta skid pad, acceleration, autocross, endurance, and efficiency pada dynamic event.

Masing-masing sub-event akan memiliki poin-poin tertentu yang nantinya akan diakumulasi menjadi poin akhir. Persaingan tim sangat ketat, ditambah dengan paduan teknologi-teknologi Asia dan Eropa yang digunakan pada mobil. (sak)

Bagikan artikel ini