SCARA, Program Skenario Film Anak
HIBURAN

SCARA, Program Skenario Film Anak

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) bekerjasama dengan Wahana Kreator Nusantara, BASE Studio dan Perum Produksi Film Negara (PFN) meluncurkan program pelatihan dan pencarian penulis skenario bertajuk Skenario Cerita Anak Nusantara (SCARA).

Program ini bertujuan untuk menghasilkan penulis skenario film anak yang berkualitas dan siap berkontribusi bagi perfilman nasional, khususnya film animasi anak.

“SCARA hadir dari hasil diskusi dengan tujuan untuk menghadirkan program yang menjawab kebutuhan Negara akan penulis dan cerita anak di Indonesia yang juga menjadi perhartian Bapak Presiden Joko Widodo,” ungkap Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf saat menghadiri Konferensi Pers SCARA di Event Space Rework fX Sudirman Lt. 7 Jakarta pada Selasa (28/8).

“Kami menggandeng dan berkolaborasi dengan Wahana Kreator dan Studio Animasi BASE sebagai pelaku industri yang memiliki pengalaman di bidang penulisan skenario dan juga animasi anak.”

Dirut Wahana Kreator Nusantara dan juga penulis Buku Kelas Skenario, Salman Aristo menyambut baik ajakan kolaborasi dalam program SCARA, menurutnya kekosongan penulis yang terjadi saat ini dalam industri adalah masalah yang dikhawatirkan sejak lama.

Untuk itu perlu dilakukan percepatan program agar menghasilkan para penulis yang memiliki keahlian dalam cerita anak yang dilakukan secara bersama-sama dalam bentuk kolaborasi dengan melibatkan seluruh elemen dan pelaku yang terlibat dalam Industri.

Salman berharap semoga komitmen Wahana Kreator untuk membangun kurikulum dalam program ini dapat menyumbangkan hasil yang signifikan nantinya untuk industri cerita anak di Indonesia.

SCARA dirancang dengan mensinergikan institusi di bidang kreatif dengan mempertimbangkan dampak yang nyata untuk industri konten anak. Berbentuk workshop inkubasi yang akan berlangsung selama 9 pekan, peserta SCARA akan didampingi oleh mentor profesional yang berpengalaman di penulisan skenario film anak.

Ada Salman Aristo (penulis skenario Laskar Pelangi), Gina S Noer (penulis skenario Kulari ke Pantai), Arief Ash Shiddiq (story editor serial Si Unyil) dan Chandra Endroputro (sutradara serial animasi Si Unyil).

Tahapan inkubasi dimulai dari pembekalan materi, pembagian kelompok, pembuatan skenario, hingga tahapan dimana skenario siap untuk diproduksi.

Dalam kurun waktu tersebut, peserta diwajibkan hadir dalam pertemuan langsung dan juga diwajibkan mengerjakan tugas yang diberikan selama proses inkubasi.

Pada kesempatan yang sama, Produser & Sutradara Unyil yang juga merupakan Creative Director Studio BASE, Chandra Endroputro menceritakan pengalamannya selama melakukan produksi tayangan untuk anak-anak, khususnya animasi.

“Yang menjadi kendala adalah justru di penulisan cerita dan skenario. Oleh karenanya penting sekali dengan adanya program SCARA ini untuk menghasilkan generasi penulis skenario cerita anak yang mumpuni”ungkapnya.

SCARA hadir tidak hanya untuk mengembangkan cerita anak di Indonesia, tetapi lebih jauh lagi kepada menanggulangi darurat pendidikan anak Indonesia.

Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya SCARA juga melibatkan para pendidik dalam membuat kurikulum cerita anak yang sesuai dan tepat sasaran.

Pelatihan ini tidak dipungut biaya dan terbuka bagi seluruh warga Negara Indonesia (WNI) berusia diatas 21 tahun yang memiliki kemampuan dasar penulisan cerita anak, siap menjalani inkubasi dan bekerja di Jakarta.

Calon peserta bisa mendaftarkan dirinya melalui website SCARA www.scara.id dengan mengirimkan data diri dan contoh tulisan paling lambat 21 September 2018.

Nantinya 18 calon penulis terpilih berkesempatan untuk menjadi penulis skenario animasi SI ‘UNYIL’ produksi Perum Produksi Film Negara (PFN) dan BASE Animation Studio. (sak)