Bonek Membuktikan Loyalitasnya (Lagi)

Bonek Membuktikan Loyalitasnya (Lagi)

Suporter pendukung Persebaya Surabaya, Bonek untuk kesekian kali membuktikan loyalitasnya terhadap klub kebanggaan arek Suroboyo tersebut. Stadion Gelora Bung Tomo yang berkapasitas 55 ribu full, bahkan ribuan bonek bertahan di luar stadion, Minggu (19/3) saat Persebaya menjamu PSIS Semarang dalam partai uji coba.

Padahal, untuk partai sekelas ujicoba harga tiket tibun Rp 35 ribu (presale) dan Rp 50ribu on the spot tergolong mahal. Tiket VIP Rp 200.000 (Rp 250 ribu on the spot) juga laris terjual. Partai ujicoba yang dilabeli ‘Homecoming Game’ tersebut seakan menjadi pelepas dahaga Bonek menyaksikan Persebaya bertanding di kandangnya sendiri.

Kerinduan Bonek menyaksikan tim kesayangannya terlihat cukup semangat. Sejak pukul 12.00 WIB ribuan suporter sudah memadati akses jalan menuju stadion. Bahkan macet total beberapa kilometer.

Manajemen Persebaya kini dikelola PT Jawa Pos Sportaintment, selaku pemilik 70 persen saham PT Persebaya Indonesia. Presiden Klub Azrul Ananda terlihat sumringah melihat stadion di kawasan Surabaya barat itu dipenuhi Bonek. Sepanjang pertandingan, Bonek tak henti-hentinya memberikan dukungan dan semangat terhadap Mat Halil dkk.

Azrul bersyukur partai homecoming game Persebaya berjalan lancar, tanpa ada hambatan. Persebaya mengalahkan PSIS dengan skor 1-0. Gol tunggal tim berjuluk Green Force dicetak Rachmat Irianto dari titik putih pada menit ke-84.

Pertandingan juga disaksikan Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. Kehadiran Imam nahrawi mendapat sambutan hangat Bonek. Nyanyian ‘ucapan terima kasih kepadanya’ dilantumkan. Menpora asal Bangkalan ini dinilai memberikan andil besar dan bantuan terhadap Persebaya hingga akhirnya Persebaya kembali diakui PSSI dan bakal mengikuti kompetisi resmi PSSI.

Imam Nahrawi mengucapkan terima kasih kepada Bonek yang antusias menyaksikan pertandingan. Bahkan Menpora untuk bisa masuk ke stadion harus berjalan kurang lebih 3 kilometer bersama Ketua Umum PSSI.

“Saya dan Pak Edy tidak hanya melihat tapi merasakan kerinduan suporter Persebaya untuk menyaksikan pertandingan dengan harus berjalan kurang lebih 3 kilometer meter,” kata Menpora pada sesi konfrensi pers.

“Inilah saat yang membahagiakan bagi kita semua. Di zaman saya kecil dulu, Jawa Timur adalah Persebaya. Bagi anak-anak kecil pada akhir 70an hingga 80an, di Jawa Timur sepakbola adalah Persebaya. Termasuk bagi saya yang lahir di Bangkalan,” katanya.

“Maka ketika saya menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, saya bertekad membantu apapun yang bisa saya lakukan untuk menghidupkan lagi Persebaya. Jalannya memang panjang. Waktunya juga tidak pendek. Perjuangannya juga sangat terjal dan tidak mudah. Namun dengan segala keterbatasan, saya selalu berusaha mencari jalan agar Persebaya hidup kembali. Agar Persebaya bangkit kembali. Dan Alhamdulilah sore ini saya lihat Persebaya dan suporternya kembali Khitoh,” papar Menpora.

“Namun semuanya tidak akan menjadi nyata tanpa kalian semua. Bonek adalah nyawa Persebaya itu sendiri. Bonek adalah jiwa Persebaya itu sendiri. Saya atau siapa pun bisa saja mendukung perjuangan Persebaya. Tapi tanpa Bonek niscaya semuanya mustahil. Sesungguhnya Bonek sendiri yang telah menghidupkan dan membangkitkan kembali Persebaya. Bukan Presiden, bukan Menpora, bukan Ketua Umum PSSI. Tapi Bonek. Sekali lagi Bonek,” tegas mantan ketua Umum GP Ansor itu.

“Kini, Persebaya telah kembali. Tugas Bonek untuk terus merawat dan menjaga Persebaya. Tanggungjawab Bonek untuk menjaga martabat dan nama baik Persebaya. Tolong jaga baik-baik Persebaya. Janganlah melakukan perbuatan negatif yang akan merusak nama baik Persebaya.Dari Bonek untuk Bonek. Sekali Persebaya tetap Persebaya,” kata Menpora. (sak)

Bagikan artikel ini