Sekjen dan Gedung ASEAN Baru

Sekjen dan Gedung ASEAN Baru

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi menyampaikan rasa optimismenya terhadap ASEAN di tahun 2018. Pasalnya ASEAN memiliki Sekretaris Jenderal dan gedung Sekretariat yang baru.

“Tahun 2018 akan menjadi awal yang bagus bagi ASEAN. Hal ini karena ASEAN memiliki Sekretaris Jenderal yang baru dan akan memiliki gedung Sekretariat yang baru,” kata Menlu Retno saat memberikan sambutan dalam acara serah terima Sekjen ASEAN di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta (5/1).

Optimisme Menlu Retno tersebut didasarkan pada peran Sekretariat ASEAN sebagai pemupuk persatuan ASEAN. “ASEAN akan memasuki fase pembangunan menjadi Organisasi modern dengan sebuah Sekretariat yang kuat – Sekretariat yang kuat, yang mampu menjaga, memupuk dan memastikan kesatuan dan sentralitas ASEAN,” lanjut Menlu.

ASEAN memiliki Sekretaris Jenderal yang baru Dato Paduka Lim Jock Hoi (Brunei Darussalam) menggantikan pejabat lama Le Luong Minh untuk masa jabatan lima tahun (2018-2022).

Menlu Retno menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia atas fasilitasi kepada Organisasi negara-negara Asia Tenggara tersebut. “Sebagai tuan rumah Sekretariat ASEAN, Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk membantu dan memfasilitasi,” tegasnya.

Gedung Sekretariat ASEAN yang dibangun terdiri dari dua tower, dengan masing-masing tower terdiri atas 16 (enam belas) lantai dan memiliki dua basemen. Luas bangunan gedung mencapai 44.209,95m2 yang akan memiliki 16 ruang konferensi dan ruang serba guna serta aula utama yang mampu menampung sekitar 650 orang.

“Konsep utama pembangunan gedung Sekretariat ASEAN adalah “Let’s Celebrate The Dialogue” yang menonjolkan budaya Betawi serta mencerminkan visi Jakarta sebagai Ibukota Diplomatik ASEAN. (sak)

Bagikan artikel ini