Serap Aspirasi, Dengar Yang Muda

Serap Aspirasi, Dengar Yang Muda

Sebagai bentuk komitmen dari Presiden Joko Widodo untuk terus mendengarkan aspirasi dan masukan dari kaum muda, Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono Senin (12/02) mengadakan acara “Dengar Yang Muda” dengan mengangkat tema Pemerintah Jokowi-JK di Mata Pemuda, di Gedung III Sekretariat Negara, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, acara serupa telah digelar Diaz Hendropriyono di sejumlah tempat, di antaranya di Gandaria City Jakarta, Bandung, dan Palembang, sepanjang 2017.

Belasan komunitas dan organisasi kepemudaan turut hadir, diantaranya Relawan Muda Jakarta (REMAJA), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Komunitas Banteng Muda (KBM), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Juga ada Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), Generasi Muda (GM) Kosgoro, Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (GM FKPPI) dan Yayasan Soedirman.

Dalam keterangan persnya, Diaz Hendropriyono mengatakan bahwa acara-acara seperti ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam merangkul generasi muda sebagai agent of change untuk bersama membangun Indonesia.

“Kita mengundang para pemuda dari berbagai organisasi pemuda ke Gedung Sekretariat Negara, kita bukan mempromosikan program Bapak Presiden semata, tetapi ingin meminta masukan kepada para pemuda hal-hal apa yang bisa kita lakukan untuk satu tahun ke depan,” kata Diaz.

Ditambahkan oleh Staf Khusus Presiden itu, kita harus tahu apa yang dirasakan pemuda, kebijakan-kebijakan apa yang harus di dorong sebelum masa jabatan Presiden habis tahun depan.

Diaz menambahkan bahwa masukan para pemuda perlu didengar, dengan begitu maka generasi muda dapat bergerak bersama membangun Indonesia, karena para pemuda mewakili bangsa ini dalam skala besar.

“Jadi intinya, kita ingin membuka peluang atau kritik dari para pemuda yang negatif ataupun masukan-masukan yang positif. Saya rasa masukan mereka perlu didengar, karena bagaimanapun mereka juga mewakili bangsa ini dalam persentase yang besar,” pungkas Diaz. (sak)

Bagikan artikel ini