Siap Bantu Bangun Museum Adinegoro

Siap Bantu Bangun Museum Adinegoro

Saat melakukan kunjungan kerja di Sumatera Barat, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mampir ke rumah tokoh pers nasional Djamaludin Adinegoro, di Jl Prof M Yamin, Pasar Talawi, Sawahlunto.

Pihak keluarga yang diwakili cucunya, Medrial Alamsyah, tak dapat menahan haru saat Presiden Jokowi yang datang bersama Ibu Negara Iriana tiba di rumah kelahiran Djamaludin Adinegoro itu.

“Ini baru pertama Presiden datang ke sini memperhatikan secara khusus seorang tokoh dan ini luar biasa,” kata Medrial.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyerahkan langsung sertifikat tanah kepada keluarga Adinegoro, yang diterima salah satu cucu Adinegoro, Eriswati Alamsyah.

Pembangunan Museum
Eriswati Alamsyah menyampaikan rencana keluarga menjadikan rumah kelahiran Adinegoro di Jl Prof M Yamin, Pasar Talawi, Sawahlunto sebagai monumen.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak presiden yang telah memberikan perhatian yang luar biasa terhadap Adinegoro,” kata Eriswati.

Untuk pembangunan museum, menurut Eriswati, Presiden tadi sudah mengatakan siap membantu dan mudah-mudahan ini bermanfaat untuk pendidikan, dan terutama kemajuan pers Indonesia.

Jokowi yang ditanya wartawan mengenai hal itu seusai penyerahan sertifikat tanah kepada keluarga Djamaludin Adinegoro membenarkan rencana bantuan pemerintah untuk pembangunan museum itu.

“Ya tadi saya sudah menyampaikan kepada keluarga besar pemerintah siap untuk memberikan bantuan dalam pembangunan museum ini,” kata Jokowi.

Presiden berharap dengan adanya museum itu, maka kesejarahan dari Djamaludin Adinegoro akan diabadikan dalam museum tersebut.

“Ini beliau tokoh pers yang betul-betul harus kita ingat karena sekarang ini kita ada kecenderungan meninggalkan kesusastraan ini yang perlu kita ingatkan, sehingga baik sisi jurnalisme sisi penulisan harus mengingat kembali kesejarahan dari beliau Bapak Djamaluddin Adinegoro,” ujarnya.

Usai menyerahkan sertifikat tanah dan berbincang dengan pihak keluarga, Jokowi dan Ibu Negara Iriana menyempatkan diri mampir dan berziarah ke makam Pahlawan Nasional Prof Mohamad Yamin, yang lokasinya tidak jauh dari rumah Adinegoro. Moh Yamin sendiri merupakan kakak Adinegoro.

Djamaludin Adinegoro lahir di Talawi, Sawah Lunto, Sumatra Barat pada 14 Agustus 1904, dan mendapat gelar Datuk Madjo Sutan. Namun dia lebih menggunakan nama Adinegoro saat menempuh pendidikan di STOVIA tahun 1918-1925.

Meski memiliki nama Djamaludin Adinegoro, dia lebih sering menggunakan nama Adinegoro ketika menulis. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengabadikan namanya untuk penghargaan tertinggi insan jurnalis, yakni Piala Adinegoro. (sak)

Bagikan artikel ini