Sorgum, Tanaman Penghasil Bioenergi

Sorgum, Tanaman Penghasil Bioenergi

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) terus mengembangkan penelitian terhadap sorgum yang bisa tumbuh subur dan produktif di lahan marginal. Sorgum selain sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri, juga dimanfaatkan untuk bioenergi, yakni bioetanol.

Untuk bioetanol sebagai sumber energi baru terbarukan tentu saja sorgum memiliki potensi karena itulah Batan pun ikut menelitinya. Apalagi sebelumnya Presiden Jokowi telah mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia menggunakan energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen hingga 2025.

Untuk sorgum, Batan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. Kedua lembaga itu telah melepas tiga varietas unggul sorgum, yakni Pahat, Samurai 1 dan Samurai 2. Ketiga bibit sorgum tersebut telah terbukti bisa tumbuh di lahan kering dengan curah hujan yang rendah.

“Yang menjadi tantangan kita bagaimana mensosialiasikan pemanfaatan bioetanol dan bioenergi dari varietas Batan,” ujar kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto di Jakarta.

Karena begitu intensifnya Batan melakukan riset terhadap Sorgum, maka tidak berlebihan, Indonesia ditunjuk oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) sebagai Lead Country Coordinator (LCC) untuk kawasan regional Asia untuk meneliti Sorgum.

Salah seorang peneliti Sorgum, Soeranto Human mengatakan Indonesia dipilih sebab memiliki ketersediaan lahan marginal yang cukup luas dan sesuai dengan program Jokowi untuk EBT. Selanjutnya, rangkaian kerjasama Batan dan IAEA adalah membuat proyek pengembangan tanaman penghasil bioenergi dengan teknik mutasi radiasi untuk mengoptimalkan lahan marginal.

Sebagai catatan, Indonesia dianggap berhasil menciptakan varietas unggul sorgum, karena untuk satu hektare lahan, varietas Samurai 1 bisa menghasilkan seribu liter. Ketiga varietas ini telah berhasil dikembangkan di wilayah Indonesia Timur, seperti Gunungkidul, Madura, NTB, NTT dan lainnya. (sak)

Bagikan artikel ini