Spektronics ITS Jadi Jawara di Amerika

Spektronics ITS Jadi Jawara di Amerika

Tim Spektonics ITS kembali mengharumkan merah putih di Benua Amerika. Tak tanggung-tanggung tim Chem E-car kebanggan ITS ini berhasil merebut dua juara sekaligus.

Adapun prestasi yang ditoreh ialah juara pertama untuk kategori Race Competition (Kompetisi Utama) dan Best Video Competition.

Tak hanya itu, tim ITS ini juga berhasil melumpuhkan juara bertahan University of California, Irvine pada American Institute of Chemical Engineers (AIChE) CHEM E-CAR Competiion 2017 pada Minggu (29/10) di Minneapolis, Amerika Serikat.

Spectronics Aerio Superior (AS), prototype mobil berukuran mini ramah lingkungan yang berhasil mengalahkan 42 tim peserta lainnya yang berasal dari berbagai negara seperti Amerika, China, Puerto Rico, Yunani, Hongkong, Taiwan, Arab Saudi, Korea Selatan. Mobil ini diramu dengan reaksi kimia H2O2 dengan Ferum (III) klorida (FeCl3) sebagai katalis.

Rifky Putra Herminanto, Koordinator Spektronics ITS menjelaskan pada kompetisi utama /Race Competition setiap tim diberikan dua kali kesempatan untuk menempuh jarak 23,5 meter dengan tingkat eror terkecil.

Tak hanya itu mobil ini juga diwajibkan untuk membawa beban air sebesar 157 mili liter yang diberi tahu sejam sebelum kompetisi. Dalam hal ini, mobil yang memiliki tingkat eror terkecil keluar sebagai pemenang kompetisi.

Lanjutnya, Rifky sapaan akrabnya mengatakan pada kesempatan pertama mencoba , tim spektronics berada di urutan ke-6 dengan error 73 cm.

“Namun pada kesempatan kedua,setelah berdiskusi dan menganalisis reaksi yg terjadi, Tim Spektronics berhasil melesat menyalip dan menjadi juara pertama dengan error yg hanya 2 cm dari target sehingga bisa menyabet juara satu. Perolehan tingkat eror ini cukup kompetitif dengan juara dua yang memiliki tingkat eror sembilan senti meter oleh University of California-Irvine,” jelasnya kepada ITS Online.

Lebih lanjut, Rifky mengatakan ada tiga kendala yang timnya hadapi selama lomba. Kendala tersebut ialah perbedaan suhu yang sangat ekstrem antara Amerika dan Indonesia, tidak adanya kesempatan untuk test-run sehingga tidak bisa kalibarasi data dan bahan kimia yang berbeda tingkatan yang ada di Indonesia.

Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi Rifky dan tim karena Ia dan tim sudah mempersiapkan penghangat air yang dibawa dair Indonesia untuk menghangatkan reaktor.

“Meskipun tidak ada test-run kami tidak merasa ragu karena kami sudah berangkat dengan persiapan yang matang dari Indonesia dan semua kemungkinan sudah disimulasikan terlebih dahulu ” tutur mahasiswa Departemen Teknik Kimia tersebut.

Perolehan jawara pertama ini merupakan perolehan prestasi paling besar dalam sejarah tujuh tahun Spektronics ITS . “Ini merupakan prestasi terbesar Spektronics ITS sejauh ini. Dan kemenangan ini tentu kami persembahkan untuk Indonesia dan ITS tercinta,” ujar Putu Adhi Rama Wijaya, Ketua Tim Spektronics ITS.

Dalam perlombaan kali ini juara kedua diduduki University of California, Irvine dengan tingkat eror 9cm, juara tiga University of North Alabama, Amerika dengan tingkat eror 14cm, juara empat Rose-Hulman Institute of Technology, Amerika dengan tingkat eror 15cm dan juara lima Cooper Union, Manhattan dengan tingkat eror 18cm. (ist)

Bagikan artikel ini