Startup Indonesia Mendunia

Startup Indonesia Mendunia

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memboyong 11 startup ke ajang internasional di Istanbul, Turki. Sebelas startup yang terpilih telah melalui proses hasil kurasi Bekraf dalam agenda “Startup Goes to Istanbul 2016”.

Enam startup Indonesia akan berkompetisi dengan 489 startup asal Eropa dan Asia. Sementara lima startup akan mewakili Indonesia mengikuti seminar di ajang yang sama.

Deputi II Bidang Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo mengatakan, dengan mengikuti ajang internasional ini, Pemerintah Indonesia melalui Bekraf memberi panggung untuk startup dari Indonesia ke publik internasional.

Banyak startup Indonesia yang akan muncul di panggung dunia. Sehingga, investor lokal maupun mancanegara tertarik berinvestasi. Bekraf berharap banyak investasi asing bermunculan di Indonesia lewat startup.

Enam startup Indonesia yang lolos mengikuti kompetisi, yaitu Cubeacon, HangoutDeals, KitaBisa.com, Klik Tukang, Kostoom, dan UrbanHire. Lima startup yang mengikuti seminar adalah AppSKEP, Ur-Farm, Pictalogi, TARRAsmaert serta BlumbangReksa.

Fadjar mengatakan, event Startup Istanbul adalah event pertama yang difasilitasi Bekraf di kancah internasional. Ia berharap, startup Indonesia mampu mendapatkan investor dari lokal dan internasional.

Fadjar juga menjelaskan, startup termasuk ekonomi kreatif yang berasal dari ide kreatif pelaku human capital yang bersifat intangible.

“Startup berbasis inovasi dan kreativitas sehingga dibutuhkan permodalan yang sesuai. Bekraf berkomitmen mendukung startup ekonomi kreatif memperoleh akses permodalan untuk pengembangan usaha,” ucap Fadjar di Jkaarta.

Pendiri startup Urbanhire Benson Kaweryian dan pendiri Klik Tukang Astrid Wibisono mengungkapkan hal senada. Dukungan Bekraf dalam memfasilitasi startup-startup Indonesia memperoleh akses modal dari investor, baik lokal maupun mancanegara, sangat diperlukan.

“Kami siap mewakili Indonesia di Startup Istanbul. Revolusi adalah kunci kami dalam menjalankan bisnis,” ungkap Astrid.

Benson menambahkan, startup dari Indonesia masih menghadapi berbagai kendala dan tantangan, terutama pangsa pasar produk dan jasa yang dihasilkan startup. Agar berhasil mengarunginya, dibutuhkan kerjasama seluruh stakeholders.

Cubeacon merupakan startup yang menghasilkan aplikasi seputar promosi. Lewat aplikasi ini, si pengguna akan terbantu kegiatan promosinya.

Hangout.Deals adalah e-commerce yang menjual barang diskon dengan konsep baru. Sementara Kitabisa.com termasuk situs online fundrising.

Klik Tukang merupakan startup yang menghasilkan aplikasi perantara jasa reparasi dengan users. Kostoom fokus pada bisnis custom clothing dan Urbanhire adalah situs pencari lowongan kerja dan pengembangan karir.

Lalu lima startup yang mengikuti seminar, AppSKEP memproduksi aplikasi bidang keperawatan dan Ur-Farm adalah e-commerce yang menjual produk organic.

Pictalogi menciptakan platform cetak foto, TARRAsmaert sebuah direktori radio online Indonesia, serta BlumbangReksa platform untuk petani udang. (sak)

Bagikan artikel ini