Startup Indonesia Tarung di Istanbul

Startup Indonesia Tarung di Istanbul

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tengah menyiapkan 11 pelaku ekonomi kreatif dari kelompok startup digital mengikuti ajang kompetisi dan konferensi Startup Istanbul 2016 di Istanbul, Turki 6–10 Oktober 2016. Mereka akan berhadapan dengan 489 startup asal Eropa dan Asia untuk memperebutkan hadiah uang dan peluang jejaring bisnis dan investasi global.

Perwakilan Indonesia ini diantaranya adalah AppSKEP aplikasi bidang keperawatan, Urbanhire situs pencarian lowongan kerja dan pengembangan karir, Ur-Farm e-commerce yang menjual produk-produk organik, Kostoom platform untuk custom clothing, Pictalogi platform cetak foto, TARRAsmart direktori radio online Indonesia, BlumbangReksa platform untuk petani udang, KlikTukang aplikasi perantara jasa reparasi dengan konsumen, Kitabisa.com situs fundraising, Cubeacon aplikasi untuk membantu pebisnis berpromosi, dan Hangout Deals e-commerce yang menjual barang diskon.

“Bekraf memberikan peluang bagi startup lokal tampil di panggung startup dunia. Saya berharap, dengan ikut dalam kompetisi semacam Startup Istanbul ini, pelaku ekonomi kreatif Indonesia mampu beradaptasi ke dalam ekosistem startup dunia dan membawa Indonesia di kancah internasional,” ucap Kepala Bekraf Triawan Munaf kepada wartawan di Hong Kong Cafe di Jakarta, Jumat (30/9).

Sejak dibukanya pendaftaran untuk Startup Istanbul 2016, Bekraf membuka peluang ini bagi startup Tanah Air berkompetisi di tingkat global. Hal ini dimaksudkan agar industri kreatif anak bangsa dapat melebarkan sayap dan memiliki peran strategis dalam mengembangkan ekosistem startup skala internasional, yaitu sebagai pelaku aktif.

Tidak semua pelaku bisnis rintisan akan mengikuti kompetisi tingkat dunia. Hanya enam startup yang berpartisipasi dalam kategori kompetisi yakni Urbanhire, Kostoom, KlikTukang, Kitabisa.com, Hangout.Deals dan Cubeacon. Mereka mendapatkan kesempatan besar bertatap muka langsung dan membangun jejaring bisnis dengan founder, angel investor, eksekutif dan pemodal ventura dari kawasan Eurasia.

Sementara lima startup lainnya yaitu AppSKEP, Ur-Farm, Pictalogi, TARRAsmart, BlumbangReksa akan mengikuti konferensi di Istanbul.

Istanbul dikenal sebagai kota yang tepat untuk penyelenggaraan konferensi, khususnya bagi perusahaan teknologi dan startup. Oleh karenanya, Bekraf tidak melewatkan momentum dari gelaran bergengsi Startup Istanbul 2016 ini untuk memacu pertumbuhan industri kreatif dan startup Indonesia agar lebih masif dan cepat.

Deputi Akses Permodalan Fadjar Hutomo menyampaikan, Bekraf berkomitmen menciptakan platform yang mempertemukan startup dengan investor, salah satunya dengan mengirim mereka ke gelaran internasional seperti Startup Istanbul ini.

“Interaksi pelaku ekonomi kreatif dengan investor global tentunya bakal terwujud dengan efektif jika kita memberikan kesempatan kepada mereka hadir dan berpartisipasi aktif sebagai kompetitor di Startup Istanbul,” kata Fadjar.

Strategi Bekraf direspon positif pelaku startup. CEO Pictalogi Ghea Safferina mengapresiasi langkah pemerintah yang mau turun ke lapangan dan merangkul pelaku ekonomi kreatif berkompetisi di tingkat global.

Selain itu, CEO Urbanhire Benson Kawengian juga mengungkapkan hal senada. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Bekraf terhadap ekosistem startup di Indonesia. Tim Urbanhire mendapatkan mentoring dan mengikuti kompetisi startup bertaraf internasional. Kami percaya bahwa ekosistem startup di Indonesia akan terus berkembang dengan upaya dan dukungan seperti ini,” kata Benson. (sak)

Bagikan artikel ini