Stasiun Penelitian Laut LIPI di Sabang

Stasiun Penelitian Laut LIPI di Sabang

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membangun stasiun penelitian di Sabang, ini merupakan sejarah bagi LIPI dan masyarakat Aceh. Stasiun yang akan dibangun merupakan stasiun yang berada di ujung paling barat wilayah Indonesia.

“Pemilihan pembangunan stasiun di Sabang telah melalui studi kelayakan sejak 2015, yang saat itu ada tiga pilihan daerah untuk dibangun stasiun yakni di Sabang, Bengkulu, dan Pacitan. Akhirnya, keputusannya adalah akan membangun stasiun penelitian di Krueng Raya, Sabang,” papar Wakil Kepala LIPI Bambang Subiyanto melalui rilis Humas LIPI.

Bambang mengharapkan, pembangunan stasiun baru ini akan lebih memperkuat jejaring riset kelautan di seluruh Indonesia. Sebelumnya, sebagian besar stasiun penelitian LIPI tersebar di wilayah timur Indonesia dan juga pusat penelitian tersebar di wilayah Jawa.

“Dengan pembangunan stasiun penelitian di Sabang, diharapkan melengkapi keberadaan stasiun LIPI di setiap kawasan Indonesia,” tuturnya.

Dikatakannya, LIPI juga memerlukan dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kab/Kota untuk kesuksesan pembangunan stasiun penelitian di Sabang tersebut.

“Stasiun ini akan difokuskan bagi penelitian terkait proses-proses oseanografi perairan Laut Andaman, Selat Malaka, dan Samudera Hindia. Selain itu, kita coba akan mengembangkan penelitian terkait kesehatan ekosistem laut dan pembenihan invertebrate laut,” jelasnya.

Selain serah terima aset tanah untuk stasiun penelitian, LIPI juga menjalin kerja sama dengan Pemprov Aceh melalui Nota Kesepahaman tentang penelitian, pengembangan, pemanfaatan hasil-hasil penelitian dan pembinaan ilmu pengetahuan dan teknoogi.

Pada kesempatan yang sama, juga diselenggarakan Seminar Ekspedisi Indonesia PRIMA 2017 dan juga Open Ship Kapal Riset (KR) Baruna Jaya VIII (kapal yang digunakan untuk Ekspedisi Indonesia PRIMA) bagi pelajar SMP dan SMA di Sabang.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Zainal Arifin menambahkan, Seminar Ekspedisi Indonesia PRIMA memaparkan hasil penelitian sementara dari hasil ekspedisi yang telah dilakukan sejak 20 Februari 2017 (ekspedisi dilepas secara resmi) hingga kapal bersandar di Sabang.

“Penelitian dengan KR Baruna Jaya VIII yang dilakukan oleh para peneliti dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), LIPI, dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat telah cukup banyak mengambil sample penelitian yang ke depan akan diteliti lagi untuk diketahui hasilnya,” paparnya.

Kemudian untuk kegiatan Open Ship KR Baruna Jaya VIII, Zainal melanjutkan, kegiatan yang berlangsung dari 8-11 Maret lalu bertujuan memperkenalkan fungsi kapal riset serta peralatan penelitian kepada para pelajar SMP dan SMA di Sabang.

“Siswa yang kami undang untuk kegiatan ini sekitar 1.000 orang dan kami harapkan ada edukasi khusus tentang kapal riset bagi para pelajar,” tutupnya. (sak)

Bagikan artikel ini