Surabaya Kota “Global Green City”

Surabaya Kota “Global Green City”

Jelang peringatan Hari Pahlawan, Kota Surabaya dan warga Kota Pahlawan mendapatkan kado istimewa. Surabaya mendapatkan pengakuan dunia sebagai kota hijau.

Pengakuan dunia itu berwujud penghargaan Sustainable City and Human Settlements Award (SCAHSA) untuk kategori Global Green City dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diterima Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di New York, (31/10).

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser menyampaikan, penghargaan tersebut diberikan karena Wali Kota Tri Rismaharini dianggap telah mengubah wajah Surabaya menjadi kota yang jauh lebih bersih dan hijau. Selain itu, PBB menilai kegiatan yang telah digagas Pemerintah Kota Surabaya dalam urusan lingkungan, sangat baik.

“Kegiatan yang mendapat apresiasi PBB mulai dari penataan permukiman kumuh, menghijaukan taman dan menggerakkan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan,” terang Fikser.

Lewat penghargaan ini, Surabaya didaulat menjadi salah satu dari sederet kota bersih yang ada di dunia. Surabaya terpilih sebagai tiga kota terbaik dunia kategori global green city bersama Kota Maanheim (Jerman) dan Zhejiang Province (Tiongkok).

“Kerja keras yang dilakukan pemkot bersama dengan masyarakat dan semua pihak dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan hijau, mendapatkan pengakuan dari dunia. Penghargaan ini untuk masyarakat Surabaya,” sambung Muhammad Fikser.

Penghargaan yang diberikan kepada Wali Kota Tri Rismaharini tersebut bertepatan dengan kegiatan The 12th Global Forum on Human Settlements (GFHS) & Sustainable Cities and Human Settlements Awards (SCAHSA) Ceremony yang digelar di gedung markas PBB di New York, Amerika Serikat.

Di acar tersebut, wali kota tidak hanya diundang menghadiri acara, tetapi juga menjadi pembicara. Menurut M.Fikser, wali kota menyampaikan paparan tentang beberapa hal, seperti transportasi kota, energi dan permukiman.

Serta, tentang strategi dan inovasi yang telah dilakukan di Kota Surabaya dalam satu tahun setelah dokumen New Urban Agenda diadopsi di Quito tahun 2016.

Dalam kunjungan ke New York, Wali Kota Tri Rismaharini juga melakukan pertemuan dengan Wali Kota New York. Selain berkesempatan menggali potensi New York serta menjajaki kemungkinan kerja sama.

Pemkot juga dapat memperluas jaringan kerja sama internasional serta memperkaya pengetahuan dalam bidang pentaan kota dan pemukiman dalam rangka mewujudkan agenda 2030 tentang pembangunan berkelanjutan serta new urban agenda melalui dialog tingak tinggi di New York.

Sebelum ke New York, wali kota terlebih dulu berkunjung ke Philadelphia pada 28 Oktober hingga 1 November 2107. Kunjungan ini menindaklanjuti surat dari Konsul Jenderal RI di New York terkait undangan kepada Pemkot Surabaya untuk melakukan kunjungan kerja ke Philadelpia.

Di kota terbesar di negara bagian Pennysylvania, Amerika Serikat tersebut, delegasi Pemkot Surabaya bertemu dengan Pemkot Philadelphia membahas bidang yang potensial dikembangkan ke dalam kerjasama.

Serta, melakukan pertemuan bisnis dengan pengusaha dan investor dari Philadelphia guna menggali peluang bisnis dan investasi kedua kota serta membahas kerja sama konkret di bidang perdagangan. Selain itu, wali kota bersama delegasi Pemkot Surabaya juga mengunjungi beberapa fasilitas transportasi publik di sana. (ita)

Bagikan artikel ini