Surabaya Punya IPL Skala Makro

Surabaya Punya IPL Skala Makro

Buruknya standart baku mutu air sungai di Surabaya membuat badan lingkungan hidup kota Surabaya terus berupayah melakukan peningkatan mutu air sungai.

Diakui Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya Musdiq Ali Suudi pencemaran air sungai disebabkan oleh faktor chemical oxygen demand (COD) dan biological oxygend demand (BOD). Faktor inilah di sungai Surabaya masih tinggi.

“Begitu juga limbah domestik, seperti detergen juga menjadi penyebab tingginya pencemaran air sungai,” terangnya, saat ditemui media di sekitar jembatan jalan Yos Sudarso, Senin (13/3).

Dia juga menjelaskan, air sungai di Surabaya memang masih di bawah standar baku mutu. Padahal, air ini juga dijadikan air baku oleh PDAM Surya Sembada.

Hal itu, membuat biaya ekstra untuk produksi pengolahan air minum di PDAM Surabaya cukup tinggi. Meski begitu, bukan berarti Pemkot tinggal diam.

Menurutnya, yang paling banyak menjadi penyebab pencemaran sungai adalah limbah rumah tangga. “Kami terus melakukan nomalisasi sungai. Salah satunya upaya itu, dengan menertibkan bangunan liar di sempadan sungai,” urai Musdiq.

Selain itu lanjut dia, upaya yang lainnya dengan memberantas helikopter (toilet dadakan).

“Kami juga aktif melakukan pengambilan sampel di tiga titik di Surabaya. Diantaranya di jembatan Ngagel, Dam Karet, dan kawasan Kebon Rojo,” tukas Musdiq.

Tidak hanya itu, tetapi yang lebih penting kata Musdiq adalah menggalakan program untuk membuat instalasi pengolahan air limbah baik skala kecil maupun yang komunal.

Tahun ini ada dua instalasi pengelolaan limbah skala Komunal yang sedang dibangun sejak 2016 yang lalu.

“Dua titik awal yang kami bangun di wilayah Keputih dan wilayah Kedinding. Nantinya IPAL ini bisa mengelolah air limbah domestik sampai 2.000 KK,” tuturnya.

Perwalinya sudah diterbitkan, sedang pengelolaannya nanti diserahkan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan, pungkas Musdiq. (yul)

Bagikan artikel ini