TAFISA Games, Even Olahraga Tradisional

TAFISA Games, Even Olahraga Tradisional

Perhelatan pesta olahraga rekreasi dunia atau TAFISA Games keenam, digelar 8-12 Oktober mendatang. 87 negara dan 29 provinsi hadir dalam ajang yang dikenal sebagai olimpiadenya olahraga rekreasi dan tradisional dari seluruh dunia ini.

Lebih 9.000 delegasi terdiri dari atlet, official dan manajer dari negara-negara di 5 benua mengikuti 50 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Sebagian besar olahraga rekreasi, perlombaan dan eksebisi ini digelar di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, sementara sejumlah lokasi lain yang juga digunakan antara lain: Arena Jakarta International Expo-Kemayoran, Taman Mini Indonesia Indah, Bintaro Exchange Mall, Gelanggang Olahraga (GOR) Cempaka Putih, GOR Sunter, GOR Tanjung Priok hingga Kepulauan Seribu.

Pemerintah melalui Kemenpora berharap event olahraga rekreasi dunia ini menjadi bukti bahwa Indonesia mulai mendapatkan kepercayaan menggelar event olahraga berkelas internasional. Pemerintah mengajak semua pihak bekerjasama dan sama-sama menyukseskan event ini.

TAFISA juga menjadi momentum berkumpulnya masyarakat olahraga dunia untuk melihat bahwa fondasi olahraga benar benar dipupuk dari olahraga tradisional dan olahraga rekreasi.

“Saya mengajak semua pihak menyukseskan acara ini demi harumnya nama bangsa Indonesia, mendorong industri olahraga dan pariwisata di tanah air dan dapat berkontribusi pada peningkatan perekonomian masyarakat,” harap Menpora Imam Nahrawi.

Pembukaan TAFISA Games 2016 berlangsung Sabtu (8/10)di Pantai Carnaval, Ancol Beach City. Presiden Joko Widodo direncanakan menghadiri upacara pembukaan yang memadukan unsur-unsur kebudayaan Indonesia dalam balutan teknologi dengan tema “Budaya Bertemu Teknologi, Indonesia Hebat.”

Ketua Panitia Pelaksana TAFISA yang juga ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), Hayono Isman mengatakan, pelaksanaan event TAFISA Games 2016 menjadi momentum awal dari kebangkitan olahraga tradisional Indonesia.

“Melalui TAFISA kita akan memperkenalkan olahraga tradisional yang dimiliki Indonesia. Pada saat kongres TAFISA di Frankfurt, Jerman tahun 2011 lalu, Indonesia bisa mengalahkan Belanda karena kekayaan olahraga tradisionalnya, maka penetapan Indonesia sebagai tuan rumah adalah bentuk penghormatan dunia,” jelas Hayono.

TAFISA merupakan pesta olahraga internasional yang begitu kuat mencerminkan kekayaan dan keragaman olahraga bangsa bangsa di dunia.

“Momen ini menjadi terasa istimewa karena menjadi ajang pertemuan dan penjalinan persahabatan yang erat bagi seluruh warga dunia yang mencintai olahraga,” kata Hayono lagi.

TAFISA Games 2016 memiliki banyak agenda antara lain kejuaraan dan kompetisi dalam kategori Action Sports, Extreme Sports, Adventure Sports, E- Sports dan nomor khusus untuk penyandang disabilitas. Selain itu ada juga ajang eksibisi yang akan diisi sejumlah negara.

TAFISA Games 2016 tidak hanya menggelar perlombaan dan eksebisi puluhan cabang yang penuh dengan keunikan kultural seperti senam Zumba dari Kolombia, seni bela diri Chanbara dari Jepang, seni bela diri Muay-Thai asal Thailand, dan juga seni bela diri Pencak Silat khas Indonesia.

Lebih daripada itu TAFISA menjadi perhelatan yang memberikan kesempatan bagi masyarakat menampilkan bentuk olahraga rekreasi dan tradisional dari latar belakang budayanya masing-masing.

Selama penyelenggaraan TAFISA akan dilakukan sejumlah pemecahan rekor dunia antara lain: pemecahan rekor dunia pelajar bermain egrang terbanyak dan pemecahan rekor dunia layang-layang.

Sementara itu sebagai event pendukung akan digelar pula berbagai eksebisi yang mengenalkan berbagai produk dalam bidang fashion olahraga, kuliner, kerajinan tangan hingga obat-obatan tradisional Indonesia. (sak)

Bagikan artikel ini