Taman Nasional Komodo Makin Kece

Taman Nasional Komodo Makin Kece

Jelang Annual Meetings of the International Monetary Fund (IMF) and World Bank (WB) Group, Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT terus berbenah. Sarana dan prasarana dipercantik. Arahnya, membuat taman nasional sudah menjadi World Heritage dari UNESCO itu makin kece.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo (TNK) Budhy Kurniawan mengatakan kesiapan untuk menyambut delegasi IMF dan WB, ada 15 paket bangunan yang sedang direnovasi. Dan akan siap sebelum Oktober 2018. Juga termasuk penyiapan dermaga di Pink Beach.

“Toilet di beberapa destinasi wisata, guest host, dan walking trail seperti di Pulau Padar. Serta pemasangan alat tambat atau mooring buoy di 20 titik tahun ini,” ujar Budhy Kurniawan di Manggarai Barat, Sabtu (28/4).

Selain sarana dan infrastruktur, lanjut Budhy, sejak bulan Februari silam, pihaknya telah membentuk tim terpadu yang terdiri dari Polres Manggarai Barat, Polairud, TNI AL, Kodim, Gakkum dan Syahbandar.

“Ini baru pertama ada. Hal itu karena kami satu visi dan ada sinergitas sumber daya. Memang kami terbatas dalam hal sarana prasana, seperti speed booat yang usianya sudah tua. Dan itu yang menyebakan kondisi tidak maksimal untuk patroli dan sebagainya. Tahun ini ada dua speed boat penambahan patroli. Harapan kami itu akan terpadu baik dari Polres, TNI AL, Gakkum dan lainnya. Jika itu jalan semua, tentunya sangat membantu,” ujarnya.

Mantan Kepala Balai Taman Nasional Tambora itu juga membeberkan masterplan yang sudah dibuatnya. Khususnya terkait rencana induk pariwisata alam Taman Nasional Komodo. Budhy menjelaskan, jika pihaknya juga dibantu oleh WWF untuk rencana tersebut dan dokumen induknya sudah dimiliki.

“Dari rencana tersebut nantinya akan ada rencana kebutuhan kami. Seperti speed boats yang saat ini sudah ada tiga, rencananya idealnya itu sebelas. Juga adanya pos penjagaan. Seperti di Kampung Rinca ada pos yang diisi dua orang SDM dan rencananya ada lima orang,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Floating Ranger Station (pos apung) yang saat ini hanya satu, rencananya akan ada tiga di perairan TNK. Yang pertama di perairan Pulau Rinca, di tengah kawasan Pulau Komodo, dan Pulau Padar. Pos apung tersebut fungsinya untuk patroli. Selain itu, pos apung juga untuk edukasi bagi nelayan.

“Nantinya mereka akan memberikan informasi kepada speed boat untuk melakukan tindakan. Yang isinya ada Tim Terpadu. Jika ada baku tembak dengan nelayan, nah tugasnya seperti itu. Karena Floating Ranger Station tidak dilengkapi senjata,” kata Budhy.

Sementara itu, Person In Charge (PIC) Pokja 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata Labuan Bajo, Shana Fatina menambahkan, dari awal Labuan Bajo masuk di 10 destinasi prioritas itu tujuannya adalah ekowisata. Itu pun dikembangkan menjadi Labuan Bajo Flores.

“Kita mengerti dari awal TNK sebagai zona Inti, sehingga yang lain harus mengikuti desain dari daya dukung taman nasional. Ini yang sebenarnya tidak pernah dilakukan TNK. Dengan membuat single manajemen itu, nantinya dapat mengatur arus wisatawan yang ingin ke Komodo. Siapa yang harus menunggu dulu dan siapa yang disebar ke Flores, dan itu sebenarnya tujuan Carryng Capacity yang ingin diterapkan TNK saat ini,” ujar Shana.

Intinya, lanjut Shana, pihaknya terus mensupport zona inti yaitu TNK dengan ikon Komodo. Karena itu sangat istimewa, jangan di jual secara masif melainkan dijual secara selektif.

“Orang yang akan mau datang melihat komodo itu harus mau antri. Saat mereka antri bisa disebar dengan membuat atraksi-atraksi lain di daratan Flores lainya. Pihak TNK juga saat ini sedang membuat sistem secara online untuk itu. Jadi tantangan Kemenpar adalah memastikan berapa daya tampung TNK. Lalu mendesain atraksi di daerah penyangga untuk menunggu antrian ke Komodo, tetapi wisman sudah tau bahwa dia sudah datang di negeri nya hewan komodo,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan momentum percepatan kinerja pariwisata tahun ini harus terus dijaga. “Sebagai salah satu pertumbuhan pariwisata yang paling pesat di Asia Tenggara, kita semakin optimis dapat mencapai target kunjungan wisman tahun ini. Berbagai jurus dan strategi yang kita lakukan telah membuahkan hasil yang cukup signifikan. Tak terkecuali progress pengembangan 10 destinasi prioritas juga semakin kita kebut,” katanya. (ist)

Bagikan artikel ini