Tanjung Wangi Bongkar 16.497 Ton Kedelai

Tanjung Wangi Bongkar 16.497 Ton Kedelai

MV Pac Athena berbendera Singapore sandar mulus di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, Jawa Timur pekan lalu. Kapal kargo yang memiliki berat 20.471 Gross Tonnage (GT) dan Panjang (LOA) 170 meter ini membawa jenis muatan kacang kedelai curah (soybeans in Bulk) sebanyak 16.497 Ton.

Kegiatan bongkar muat bahan pangan jenis kacang kedelai ini bukan kali pertama dilaksanakan di Tanjung Wangi. Tercatat sejak November 2016 sampai dengan Oktober 2017, terdapat enam unit kapal melakukan kegiatan Bongkar Kedelai di Pelabuhan Tanjung Wangi dengan total muatan sebanyak 77.955 Ton Biji Kedelai.

Manager Operasi dan Komersial Pelindo III Tanjung Wangi, Tjandra Sukmana memaparkan bahwa dalam kegiatan bongkar muat kacang kedelai curah ini, Pelindo III mengerahkan tiga unit Hopper kapasitas 10 Ton. Selain itu, dua unit grab kapasitas 8 ton dan satu unit grab kapasitas 10 ton juga digunakan untuk melaksanakan proses bongkar muat dengan sistem truck losing yang diperkirakan akan selesai dalam waktu empat hari.

“Kedelai yang berasal dari Louisiana, Amerika serikat milik PT FKS Multi Agro Tbk ini sebelumnya telah dibongkar sebanyak 8.000 Ton di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap,” jelas Tjandra. “Sisanya 16.497 Ton dibongkar di Tanjung Wangi dan selanjutnya didistribusikan sebagian di wilayah sekitar Banyuwangi dan wilayah NTB.”

General Manager Pelindo III Tanjung Wangi, Lina Ratnasari menyampaikan bahwa Fasilitas Pelabuhan Tanjung Wangi telah memenuhi requirement untuk melayani kapal kapal international. “Kedalaman kolam alami Pelabuhan Tanjung Wangi mencapai -12 s.d -14 Lws, sehingga kapal international yang berukuran rata rata diatas 160 meter dapat dengan mudah sandar disini,” ungkapnya.

Selain itu, Pelabuhan Tanjung Wangi saat ini telah memiliki alat bongkar muat yang lengkap khususnya untuk kegiatan curah kering sehingga proses bongkar muat dapat dilakukan dengan cepat.

“Pelabuhan Tanjung Wangi telah menyediakan enam buah hopper dan dua buah hopper baru, sehingga kegiatan bongkar muat kedelai dan pupuk dapat dilakukan pada hari yang sama,” imbuhnya.

Lina Ratnasari juga menjelaskan, Lokasi Pelabuhan Tanjung Wangi yang berada di ujung timur pulau Jawa, menjadi lokasi favorit pusat kegiatan bongkar muat jenis komoditi curah kering dan curah cair seperti beras, pupuk, kedelai, BBM.

“Biasanya barang tersebut dibawa kesini dengan kapal ukuran besar dan akan dimuat kembali untuk diditribusikan ke beberapa daerah wilayah timur Indonesia dengan kapal ukuran yang lebih kecil,” jelasnya. (sak)

Bagikan artikel ini