Target 162 Jurnal Terindeks Scopus

Target 162 Jurnal Terindeks Scopus

Tahun 2019 mendatang, Universitas Airlangga (Unair) ditarget masuk ranking 500 top dunia oleh Kemenristek Dikti. Untuk itu, demi tercapainya predikat perguruan tinggi kelas dunia, Unair terus berupaya secara serius dengan berbagai hal, antara lain dengan menargetkan kenaikan jumlah publikasi jurnal yang terindeks scopus di tahun 2017 ini.

Hal ini disampaikan Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Unair Prof Dr Ni Made dr MS SpMK dalam acara Loka karya Pembinaan Publikasi Jurnal Internasional di GRAMIK FK Unair. Kegiatan Lokakarya bertujuan mensosialisasikan kiat menghasilkan produk jurnal internasional yang dapat terindeks scopus.

Prof Ni Made berpendapat salah satu upaya mencapai World Class University (WCU) melalui produk riset yang berupa jurnal internasional yang terindeks scopus. Hal ini juga terkait peraturan Kemenristekdikti 2017 yang mewajibkan dosen mempublikasikan jurnal ilmiah baik di level nasional maupun internasional.

“Tahun lalu jumlah publikasi jurnal internasional yang terindeks scopus hanya sekitar 64 jurnal. Dan untuk tahun ini kita menargetkan 162 jurnal internasional terindeks scopus,” ungkapnya, Kamis (2/3).

Pada kesempatan sama, Ketua Pusat Pengembangan Jurnal dan Publikasi Ilmiah (PPJPI) Dr drg Prihartini Widiyanti MKes mengungkapkan, karena publikasi jurnal internasional menjadi parameter yang sangat krusial, maka ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan seperti artikel ilmiah, cover letter, pilihan jurnal ilmiah yang dituju, serta motivasi yang kuat.

“Dalam menentukan target jurnal, salah satunya yaitu dengan cara memilih jurnal yang baik” jelasnya. Yanti juga menjelaskan mengenai teknis untuk submission artikel atau jurnal internasional agar tidak salah masuk ke dalam Publisher Predatory yang malah akan merugikan para dosen.

“PPJPI juga memberikan pendampingan bahasa (translasi/translate) serta pendampingan untuk kalangan dosen dalam menghadapai masalah submission jurnal internasional,’ ungkapnya.

Selain dosen, mahasiswa juga dapat melakukan publikasi dengan menggunakan tugas akhir dengan proses Reworking atau mendaur ulang menjadi naskah ilmiah. Reworking ini dikerjakan ulang dosen pembimbing dengan tidak menghilangkan identitas mahasiswa.

Beberapa tahapan yang dilakukan dalam reworking yaitu mengecek kelayakan tulisan dan data online. Dimana pengecekan data online (repository dan jurnal) ini bertujuan untuk memperhatikan unsur plagiarisme dengan cara menggunakan aplikasi cek tingkat plagiarisme.

Tak hanya kiat publikasi jurnal internasional saja, dalam lokakarya Prof Myrtati Dyah Artaria MA PhD, selaku Wakil Dekan III FISIP Unair juga turut membagikan pengalamannya mengenai strategi menghasilkan manuscript yang accepted. (sak)

Bagikan artikel ini