Target Emas Kevin/Marcus di AG 2018

Target Emas Kevin/Marcus di AG 2018

Pasangan bulutangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, mengaku senang diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/4) sore. Pertemuan ini menurut mereka menambah motivasi untuk bisa memberikan yang terbaik untuk Asian Games.

“Harus optimistis ya tapi tidak mau berlebihan juga. Tapi kita jadi pasti kasih yang terbaik. Targetnya kita pasti emas,” kata Kevin menjawab pertanyaan wartawan mengenai target mereka di Asian Games 2018 di Jakarta, Agustus mendatang.

Menurut pasangan yang baru saja mempertahankan gelar juara All England itu, saingan terberat yang akan mereka hadapi dalam Asian Games mendatang cukup merata. “Mungkin ada China, Jepang, Korea, Thailand. Semua cukup merata. Yang penting kita harus siap,” kata Kevin.

Sementara terkait persiapan kejuaraan beregu Thomas Cup, Kevin Sanjaya mengaku sudah mulai dari minggu ini, masih ada waktu kira-kira 2 bulan untuk persiapan sebaik mungkin.

Dalam kesempatan itu, menurut Menpora Imam Nahrawi, Presiden sempat bertanya hal-hal yang dilakukan di Pelatnas asal masing-masing, karena Kevin berasal dari Djarum kemudian Marcus dari Tangkas.

“Tadi ditanyakan bagaimana proses latihannya, sampai kemudian bisa masuk di Pelatnas, bahkan tadi sempat ditanyakan beberapa negara pesaing atau bulutangkis di Asia yang nanti akan jadi pesaing di ajang Asian Games 2018,” kata Menpora seraya menambahkan, dalam kesempatan itu Marcus juga menyampaikan undangan pernikahan dirinya kepada Presiden Jokowi.

Menurut Menpora, ada hal lain yang menjadi pikiran Presiden, yaitu keterlibatan pada dunia usaha, karena pada cabang bulutangkis ini betul-betul memberikan prestasi, berkat dukungan dari dunia swasta luar biasa besar.

Presiden, lanjut Menpora Imam Nahrawi, mengharapkan dunia usaha yang lain juga harus mengambil peran masing-masing cabang olahraga, karena kalau sudah ambil peran-peran itu, maka tentu soal sponsor, pembinaan sampai fasilitas akan terpenuhi dengan baik.

“Kiranya kita harus memberi perhatian, karena tanpa partisipasi prestasi itu tidak akan lebih baik di masa datang. Itu tadi pesan dari Presiden mengingatkan kita semua, tidak hanya dunia usaha, BUMN juga harus menjadi Bapak asuh dari cabang-cabang olahraga yang ada di tanah air,” ujar Menpora.

Meskipun sudah ada beberapa yang terlibat, Menpora menilai, dalam konteks pembinaan dan penyiapan infrastruktur saat ini belum banyak keterlibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau dunia usaha swasta, kecuali sponsor insidensial.

Ia menyebutkan, yang dibutuhkan penyiapan infrastruktur yang begitu besar, luas, layak, manusiawi. Kalau semuanya bisa tertangani terutama yang tidak populer, Menpora yakin akan semakin banyak prestasi atlet kita. “Tidak tertuju pada bulutangkis saja tapi cabang lain-lain kita harapkan berprestasi seperti bulutangkis,” sambungnya.

Menpora menegaskan, tidak bisa pemerintah dibiarkan jalan sendiri, harus didukung oleh semua, karena tidak ada prestasi tanpa partisipasi. Seperti bulutangkis berprestasi karena partisipasi dari swasta. “Kira-kira seperti itu,” pungkasnya. (sak)

Bagikan artikel ini