Tarian Prosesi Membuat Rumah Banjar

Tarian Prosesi Membuat Rumah Banjar

Ratusan penonton tampak mengisi sebagian besar bangku di Taman Budaya Kota Banda Aceh, Rabu (29/8) lalu.

Musik yang rancak mengiringi dua orang penari memasuki panggung. Salah satu penari dirias seperti seorang bapak tua, dan penari lainnya tampil sebagai seorang anak muda.

Dengan gerakan yang lincah, dua penari yang berperan sebagai bapak dan anaknya bahu membahu membangun rumah kayu di panggung tersebut. Sang bapak tampak memeragakan prosesi menebang pohon, menggergaji kayu, sementara sang anak tampak bersemangat membantu menyusun kayu menjadi tiang-tiang, dinding, dan atap rumah.

Di akhir tarian, sebuah rumah adat Banjar tampak kokoh berdiri di panggung. Sang bapak tampak memasang lentera di teras rumah, dan sang anak berdoa di depan rumah. Ketika musik pengiring terakhir, penonton bertepuk tangan dengan meriah, dan kedua penari memberikan salam hormat kepada dewan juri dan penonton yang hadir.

Kedua penari tersebut, Muhammad Hilman Zain dan Ahmad Redy Zikri, adalah peserta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2018 tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Banda Aceh. Mereka wakil dari Provinsi Kalimantan Selatan untuk cabang lomba seni kreasi.

“Tarian tadi menceritakan prosesi membuat rumah dalam adat Banjar. Diceritakan seorang bapak dan anak bahu membahu membuat rumah. Si anak diceritakan agak terpengaruh budaya modern, sementara bapaknya kental dengan budaya asli Banjar,” kata Ahmad Redy Zikri, usai tampil di panggung.

Menurut Redy, dengan tarian mereka ingin bercerita bagaimana prosesi membuat rumah Banjar, yang dimulai dari menyiapkan kayu-kayu, memasang tiang, didoakan, dan memasang komponen-komponen rumah yang lain, hingga diberi penerangan dengan lentera.

Redy mengatakan sangat bangga bisa tampil di ajang bergensi di bidang seni ini. Mereka telah berlatih keras dan melalui seleksi yang panjang.

“Latihan selama enam bulan. Terharu sekali bisa tampil di sini, karena prosesnya cukup lama,” ujar siswa SMA Negeri Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan tersebut. Redy dan Hilman berharap, tahun ini Provinsi Kalimantan Selatan dapat meraih banyak medali di ajang FLS2N. (sak)

Bagikan artikel ini