Tekan Pembajakan Film Lewat Iklan

Tekan Pembajakan Film Lewat Iklan

Dalam usahanya menurunkan tingkat pembajakan film di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Asosiasi Produsen Film Indonesia, meluncurkan iklan anti pembajakan film di Lounge Cinema XXI Kota Kasablanka, Jakarta.

Dalam peluncuran ini, Bekraf hadir bersama Asosiasi Produsen Film Indonesia (APROFI), Motion Pictures Association (MPA), Cinema XXI, CGV, dan Cinemaxx.

Menurut Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Bekraf Ari Juliano Gema, Indonesia punya potensi ekonomi kreatif yang sangat besar maka dari itu ekosistemnya perlu dijaga agar potensi ekonomi kreatif dapat terus berkembang secara maksimal. “Salah satunya, dengan memastikan ekosistem ekonomi kreatif, bebas dari pembajakan,” lanjut Ari.

Ketua Asosiasi Produsen Film Indonesia (APROFI) Fauzan Zidni, pembajakan terhadap film Indonesia maupun film asing baik secara digital maupun fisik, terus meningkat. Dapat dilihat dari masih banyaknya situs-situs berkonten film ilegal yang dapat diakses dengan bebas maupun kasus-kasus pelanggaran HKI via media streaming.

“Motif dari beberapa pelaku kasus pelanggaran HKI via media streaming sebetulnya tidak selalu bermotif ekonomi, ada juga karena ketidaktahuan mereka bahwa apa yang mereka lakukan sebetulnya adalah pelanggaran hukum”, kata Ari.

Iklan Anti Pembajakan yang nantinya akan ditayangkan di bioskop-bioskop maupun sosial media, diharapkan dapat juga menjadi bentuk edukasi terhadap masyarakat.

Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa Dirjen HKI Salmon Pardede, menyatakan ia sangat menyambut baik iklan ini karena untuk mengatasi persoalan pembajakan kerja sama yang berkelanjutan antar pemangku kepentingan sangat diperlukan.

Chico Jeriko juga mengungkapkan, adanya iklan anti pembajakan film diharapkan mampu memberi kesadaran pada masyarakat bahwa pembajakan dapat merusak nilai-nilai dalam film dan nilai ekonomis terhadap pembuatan film. (sak)

Bagikan artikel ini