Teknologi Risha Merekonstruksi Rumah

Teknologi Risha Merekonstruksi Rumah

Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang dikembangkan oleh Balitbang Kementerian PUPR telah banyak diaplikasikan para pengembang perumahan dan juga saat rekonstruksi rumah yang hancur pasca bencana seperti di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Jogja.

Teknologi ini menggunakan sistem modular sehingga mudah dipasang dan lebih cepat penyelesaiannya dibandingkan konstruksi rumah konvensional.

Biayanya juga terjangkau, mudah dipindahkan karena knock down, tahan gempa dan dapat dimodifikasi menjadi bangunan kantor, puskesmas, rumah sakit, sekolah, dan lainnya.

Teknologi Risha dapat mereduksi kesalahan berulang dalam membangun rumah, khususnya kesalahan sistem sambungan penulangan kolom, balok, sloof dan yang lainnya.

Dengan teknologi Risha, panel yang digunakan sudah terstandarisasi serta sistem sambungan yang dapat dikendalikan dan dicek pada saat pelaksanaan maupun sesudahnya.

Teknologi Risha potensial untuk digunakan dalam rekonstruksi rumah yang mengalami kerusakan di Lombok.

Risha juga telah diaplikasikan Kementerian PUPR 2 unit rumah contoh yang digunakan sebagai Balai Dusun Akar-Akar Utara dan Sekolah Adat Bayan, Desa Karang Bajo di Lombok Utara yang kondisinya masih utuh meski mengalami guncangan gempa 7 Skala Richter, Minggu (5/8).

Aplikasi sistem pracetak seperti Risha lainnya adalah Rumah Susun Kayangan, Lombok Timur setinggi 4 lantai yang dibangun Kementerian PUPR melalui kontraktor PT. Brantas Abipraya, kondisinya saat ini tidak mengalami kerusakan meski jaraknya dekat dengan pusat gempa.

Hal ini menunjukan keandalan teknologi Risha sehingga diminati pelaku industri konstruksi. Kecepatan dalam tahap pemulihan dan rekonstruksi menjadi faktor yang menentukan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Pulau Lombok, NTB akan dilakukan dengan sistem swakelola dengan konstruksi tahan gempa.

Rehab rekon rumah yang rusak akan dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai.

“Masyarakat tidak hanya menonton, namun akan dilibatkan dalam proses rekonstruksi rumahnya. Tim Kementerian PUPR akan melakukan pendampingan teknisnya,” tegas Menteri PUPR usai Rapat Kabinet Terbatas mengenai Penanganan Bencana Alam NTB, di Kantor Presiden, akhir pekan lalu.

Pelibatan masyarakat dalam rekonstruksi rumah pernah diterapkan di Aceh dan Jogja. Hal ini menjadi bagian mitigasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai cara membangun rumah tahan gempa.

Rekonstruksi rumah keluarga juara dunia lari 100 meter pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20 Lalu Muhammad Zohri yang berada di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara terus dilanjutkan lewat Direktorat Rumah Khusus Ditjen Penyediaan Perumahan bersama TNI. Saat ini progresnya mencapai 95%.

Rumah tersebut dilaporkan tidak mengalami kerusakan meskipun rumah tetangga disekitar mengalami kerusakan bahkan sebagian lainnya runtuh.

Kecamatan Pemenang menjadi salah satu area yang mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi 7 Skala Richter.

Konsep renovasi rumah adalah mengikuti rumah awal orang tua Zohri yakni pondasi batukali menerus dengan sloof untuk konstruksi tahan gempa dan konstruksi kayu kelas I finishing plitur kalimantan.

Lantai homogenus dan plafond triplek setebal 6 mm dengan genteng Pejaten. Rumah juga dilengkapi tanki septik biofilter. (sak)

Bagikan artikel ini