Tekuni Latin, Kenalkan Budaya Lokal
PERISTIWA PROFIL

Tekuni Latin, Kenalkan Budaya Lokal

Bukan latah dan ingin disebut kekinian jika Stacey Huang dalam tiga tahun terakhir getol mensosialisasikan Latin Dance di Surabaya. Melalui komunitasnya Surabaya Latino Dance (SLD) yang didirikan Mei 2014 silam, wanita energik itu justru ingin saling mengenalkan budaya lokal.

‘’Sebelum menekuni Latin Dance, sejak kecil saya sudah belajar tari tradisional. Orang tua mewajibkan saya belajar nenari tradiisonal,’’ kata ibu dua anak tentang seni tradisional yang dikuasai.

Sejumlah tari Jawa seperti Gambyong, Remo, Srimpi dipelajari secara serius. Begitu juga dengan beberapa jenis tari Bali. Selain untuk mengenal budaya tradisional tanah airnya, tari tradisional memiliki musicalitynya sangat rumit.

Untuk itulah harus ada singkronisasi antara gerak tubuh dan musiknya. ‘’Pokoknya harus jeli jika mempelajari tari tradisional,’’ tegas perempuan yang berprofesi sebagai guru di SD Ciputra itu.

Pada Puanpertiwi, Stacey memaparkan tidak bisa membandingkan antara tari tradisional Indonesia dengan Latin Dance. Sebab, masing-masing memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Baik dari tari tradisional maupun tarian dari negara lain. Namun dari sekian jenis tarian dari Latin, paling dominan dari segi teknik. Sedangkan dari sisi musiknya, sama-sama njlimet.

Obsesinya dalam menekuni Latin, menurutnya justru menjadi jurus pembuka memperkenalkan tarian tradisional pada dunia luar. ‘’Ketika kita sudah menari Latin, banyak para bule dan orang asing terkagum-kagum,’’ papar perempuan berkulit kuning langsat itu. Selanjutnya, katanya lebih lanjut, mereka pasti akan menanyakan kita dari negara mana.

‘’Dari sinilah, saya akan masuk untukmemperkenalkan budaya kita, Indonesia,’’ kiatnya mempromosikan budaya Indonesia pada orang asing. Dilain sisi, masing-masing tarian, jika ditarikansecara rutin dan serius, akan bisa membuat tubuh bugar dan sehat. ‘’Kurus tentu saja. Kalau memang latihan rutin ya. Karena kan gerak terus. Tentu saja seksi yaa kalau Latin Dance,’’ tambahnya tergelak. (sak)