Teluk Triton, Sang Pesaing Raja Ampat

Teluk Triton, Sang Pesaing Raja Ampat

Pernah dengar nama Teluk Triton yang ada di Kaimana? Kalau belum tak perlu khawatir. Ini bukan karena pengetahuan wisata alam Papua yang minim, tapi lebih ke tempatnya yang belum banyak diekspose.

Teluk Triton merupakan salah satu teluk yang ada di perairan yang masuk wilayah Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Memiliki pesona yang disebut-sebut bakal jadi pesaing berat Raja Ampat, yang sudah menjadi ikon wisata Papua bahkan Indonesia.

Di teluk yang terletak tak jauh dari Kampung Lobo ini, terdapat pulau-pulau kecil, bebatuan karang yang masih bersih berwarna putih, dan air laut yang begitu jernih hingga dapat menyaksikan pemandangan bawah laut mulai dari terumbu karang dan sejumlah spesies ikan dengan jelas.

Sepanjang perjalanan menuju Teluk Triton, akan disuguhi ‘lukisan’ tebing-tebing karang yang bersinggungan langsung dengan air laut. Aktifitas wajib traveler seperti memotret gambar sudah tentu akan menambah keceriaan bersantai di Teluk Triton.

Bagi yang hobi menyelam, atau sekedar snorkling melihat-lihat isi alam bawah laut, Teluk Triton sangat direkomendasikan. Disana dapat dengan mudah menemukan ikan hiu paus ketika sedang menyelam.

Dapat menyelam lebih dekat ke hiu paus hingga memegang kulitnya yang sedikit kasar itu. Kalau beruntung, dapat melihat beberapa hiu paus sekaligus. Pengalaman yang bakal tak akan terlupakan.

Untuk akses kesana harus ke Kaimana dahulu menggunakan kapal laut atau dengan perjalanan udara lebih cepat. Di sana sudah tersedia kapal-kapal milik pemerintah setempat yang melayani perjalanan ke Teluk Triton. Estimasi waktu dari Kaimana bisa mencapai 3 jam, tapi jika ingin lebih cepat, ada juga jasa penyewaan speedboat yang harganya sedikit lebih mahal.

Di Triton juga terdapat peninggalan prasejarah, yaitu lukisan di dinding tebing menghadap Teluk Bicari. Hingga kini belum diketahui maksud dan makna dari lukisan itu. Penduduk setempat pun belum tahu, termasuk bahan yang digunakan untuk melukis karena tidak luntur meski terkena ombak.

Lukisan-lukisan berwarna merah yang terdapat di tebing sepanjang satu kilometer itu terdiri dari berbagai macam bentuk mulai dari kepala manusia hingga telapak tangan. Diduga, lukisan itu dibuat nenek moyang masyarakat setempat atau penduduk yang mendiami wilayah tersebut sebelumnya.

Sebagai wilayah yang condong menghadap ke barat, dari Teluk Trinton ini dapat menikmati matahari terbenam dengan sangat-sangat sempurna. Minat? (sak/foto esdm.go.id)

Bagikan artikel ini