Terinspirasi Kartini, Kreasikan Butik

Terinspirasi Kartini, Kreasikan Butik

Perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam membela hak perempuan membuatnya menjadi sosok penting di hati para wanita Indonesia.

Sosok ini pula yang menginspirasi dua mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam membuat desain interior butik yang di lombakan dalam festival desain Bharatika 2018, beberapa waktu lalu.

Kartini memang menjadi tajuk utama dalam festival yang dihelat oleh Fakultas Seni dan Desain Universitas Kristen Petra pada kategori Visual Merchandising.

Pemberdayaan wanita dalam desain milik Rizka Adyarini dari Departemen Desain Interior dan Johan Satria Kristianda dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota menampilkan gambaran proses wanita dari terkurung hingga dapat berkarya dengan bebas.

“Ada tiga tahap dalam proses tersebut. yang pertama di sisi kiri terdapat wanita yang terkurung dengan sikap memberontak,” ungkap Rizka bersemangat. Proses kedua yaitu wanita yang setengah terkurung dan berpikir tentang cara untuk bebas.

Pada proses terakhir, wanita dalam butik digambarkan terbang dari sarang yang sebelumnya mengurungnya. “Kami juga mengaplikasikan kertas dinding dan batik sebagai sayap wanita tersebut untuk menjelaskan bahwa kini wanita sudah bebas untuk berkarya,” imbuh Rizka. Produk yang ada dalam butik tersebut diantaranya baju, tas, sepatu, dan aksesoris bermotif batik modern.

Tak hanya patung wanita yang penuh cerita, Rizka juga memberikan perhatian untuk pencahayaan dalam ruangan. Saat proses wanita terkurung, tidak ada lampu yang menghiasinya. Kemudian lampu akan semakin terang sampai wanita digambarkan telah bebas.

“Ini akan menambahkan efek psikologis bagi pengunjung yang masuk ke dalam butik,” jelas mahasiswa yang menginjak tahun keempatnya itu.

Desain lain yang digunakan yaitu aplikasi rotan dan kayu yang mewakili Indonesia yang kaya dengan kedua unsur itu. Warna-warna pastel juga digunakan untuk menggambarkan wanita yang lembut. Karya tersebut mengantarkan Rizka dan Johan mendapatkan juara ketiga.

Ketika ditanya soal kesan mendapat juara, Rizka mengulum senyum. “Pasti senang karena menambah prestasi dan pengalaman. Selagi masih menjadi mahasiswa, perbanyak ikut lomba. Tidak ada ruginya. Juara itu bonusnya,” pungkas Rizka. (ita)

Bagikan artikel ini