Tingkatkan Wisata Tak Perlu Studi ke LN

Tingkatkan Wisata Tak Perlu Studi ke LN

Untuk meningkatkan wisata daerah, Kab/ Kota tidak perlu melakukan studi banding ke luar negeri, cukup dengan belajar ke Banyuwangi saja. Banyuwangi bisa menjadi contoh bagi Kab/ kota yang lain karena kelasnya sudah internasional.

Jatim punya destiasi wisata alam yang luar biasa, apalagi di Banyuwangi istimewa, “Melalui pengembangan wisata, masyarakat Banyuwangi sudah bisa lebih sejahtera dan UMKM bisa berjalan dengan baik. Kedepan, masyarakat akan lebih menikmati, asalkan masyarakat tahu kalau turis yang datang ke Banyuwangi tidak diganggu tapi dilayani dengan baik’

Banyuwangi unik dengan masyarakat Osing-nya dengan gamelan dan teriakan-teriakannya tidak perlu dirubah. Memang kesenian di Banyuwangi mirip dengan Bali, tapi tidak apa-apa, asal tidak sama.

Hal itu dikatakan Sekda Provinsi Jatim Dr H Akhmad Suakrdi, MM pada pembukaan Gelar Seni Budaya “Damar Gunung Kedaton Wetan” dari Kab Banyuwangi, di Taman Budaya Jl Gentengkali Surabaya, Jumat (11/8) malam.

Menurutnya, tidak semua Kab/ Kota di Jatim cocok untuk dikembangkan menjadi tempat wisata, masing-masing ada hal-hal kelebihan masing-masing.. Ada yang cocok untuk industri seperti Kota Surabaya, Sumenap cocok untuk wisata namun masyarakatnya belum siap menerima kedatangan wisatawan. Kalau ada turis mancanegara jadi tontonan.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Pemprov Jatim dengan pemerintah Kab/ Kota dalam rangka mendorong pengembangan produk UMKM, kalau terus dikembangkan akan meningkatkan penghasilan masyarakat sekaligus promosi seni budaya dan pariwisata di Jatim.

“Barang apapun kalau dikemas dengan baik yang semula tidak berguna mempunyai nilai jual tinggi. Oleh karena itu inovasi dan kreativitass sangat diperlukan,” ujarnya

Sementara dalam kesempatan yang sama staf Ahli Bupati Banyuwangi H Pudjo Hartanto mengatakan, kunjungan wisata ke Banyuwangi tahun 2010 hanya 400 ribu wisatawan, namun tahun 2017 meningkat pesat menjadi 4 juta orang.

Disamping itu, penumpang pesawat terbang hanya 200 ribu sekarang sudah memberangkatkan penumpang lebih dari 900 ribu. Sekarang pesawat Surabaya ke Banyuwangi empat kali penerbangan. Dan pada tgl. 21 Agustus nanti,Garuda Airlines direct Banyuwangi – Jakarta, yang diharapkan konektivitas yang baik ini kunjungan wisatawan akan bertambah.

Semua ini bukan semata-mata kerja keras dari jajaran Pemkab Banyuwangi saja tapi juga berkat kerja sama dan dukungan Pemerintah Provinsi Jatim. even yang diselenggarakan Pemprov Jatim ini merupakan ajang promosi yang dibutuhkan dalam rangka mengembangkan seni dan budaya Banyuwangi

Kepala UPT Taman Budaya Disbudpar Prov Jatim H Sukatno MM mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pasar produk unggulan daerah dan produk ekonomi kreatif, serta memperkuat sinergitas antar pelaku seni, stake holder, pemangku kepentingan dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya pariwisata serta UMKM di Jatim.

Selain itu juga, melalui even ini untuk mendorong pengembangan dan peningkatan kualitas karya seni dan kehidupan berkesenian di Jatim, meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya dan produk unggulan daerah.

Dalam Gelar Seni Budaya Banyuwangi yang berlangsung 11–12 Agustus di awali dengan penampilan tari erang-erang Ketawang, Tari Kembang Kedhokan, tari Sengkelat Blambangan, dan lagu-lagu daerah, serta gelar drama tari “Ruwatan Osing Ontang Anting”.

Tidak ketinggalan pameran produk unggulan dan kuliner tradisional Banyuwangi, seperti rujak soto, sego tempong, bothok tawon, bakiak, secang,kopi luwak, serta penayangan informasi mengenai potensi seni budaya dan pariwisata Kab Banyuwangi. (sak)

Bagikan artikel ini