Tokoh Ekonomi Kreatif Dunia di WCEE

Tokoh Ekonomi Kreatif Dunia di WCEE

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan menggelar The World Conference on Creative Economy (WCCE) di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali pada tanggal 6 – 8 November 2018.

WCCE akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo dan diikuti oleh 1.000 peserta dari dalam dan luar negeri, baik pejabat setingkat Menteri maupun CEO dunia usaha, akademisi, media dan pelaku ekonomi kreatif.

Sebagaimana disebut oleh Badan PBB United Nations Conference on Trade and Development (UNCTD), WCCE merupakan konferensi ekonomi kreatif pertama di dunia.
Forum ini diharapkan akan membuka jejaring di antara seluruh pemangku kepentingan pelaku ekonomi kreatif global, sekaligus menghasilkan berbagai masukan untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif sebagai lokomotif perekonomian global.

Dengan tema utama Inclusively Creative, WCCE akan 5 isu utama yaitu kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem dan pembiayaan industri kreatif. Sejumlah tokoh internasional dan nasional telah menyatakan konfirmasinya untuk tampil di WCCE.

Antara lain Presiden China Film Corporation Le Kexi (Tiongkok), penulis buku ‘Orange Economy Felipe Buitrago Restrepo (Kolombia), Wakil Presiden LEGO Peter Trilingsgraad (Denmark), CEO BAP Production Bolanle Austen-Peters (Nigeria), Menteri Keuangan Dr. Sri Mulyani Indrawati, CEO Buka Lapak Achmad Zaky, dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya.

Menurut Kepala Bekraf Triawan Munaf, para pembicara dari berbagai belahan dunia akan menyampaikan pandangan mereka mengenai kondisi ekonomi kreatif saat ini dan visi mereka mengenai masa depan.

“Dengan begitu, para Menteri dari berbagai negara akan mendiskusikan kebijakan di setiap negara dan model-model kerja sama internasional yang dapat diterapkan untuk memajukan ekonomi kreatif global,” kata Kepala Bekraf.

WCCE diharapkan juga dapat memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai katalisator bagi komunikasi dan pemahaman yang dapat menjembatani hubungan ekonomi dan budaya.
Hal ini sangat dimungkinkan karena sifatnya yang inklusif, yang memberikan kesempatan yang sama untuk semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin, latar belakang, dan lokasi geografis.

Sedangkan Wakil Menteri Luar Negeri Mochamad Fachir menyatakan, pihaknya terlibat penuh dalam penyelenggaraan WCCE sebagai bentuk komitmen konkret dalam mendukung diplomasi ekonomi Indonesia.

Selama Konferensi juga akan digelar CreatiVillage, pameran ide, konsep, dan produk kreatif dari berbagai negara. Ruang-ruang pertemuan disiapkan untuk Workshop, Dialog, dan Film Screening. ‘’Kami juga akan menyelenggarakan berbagai forum bisnis dan investasi, serta business-matching,’’ kata Triawan. Bekraf membuka pendaftaran untuk para pelaku ekonomi kreatif untuk menghadiri WCCE dengan melakukan registrasi melalui www.wcce.id. (sak)

Bagikan artikel ini