Toyota Komit Kembangkan Industri Otomotif
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Toyota Komit Kembangkan Industri Otomotif

Presiden Toyota Motor Corporation (TMC) Akio Toyoda didampingi Presiden Direktur (Presdir) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/3) pagi.

Akio Toyoda menyampaikan komitmen Toyota terus berpartisipasi dan berkontribusi dalam pengembangan industri otomotif Indonesia melalui kegiatan investasi, ekspor, ketenagakerjaan, dan pengembangan SDM.

Selain itu, Toyoda juga memperkenalkan Warih Andang Tjahjono yang kini menempati puncak pimpinan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia menggantikan pejabat lama, Masahiro Nonami.

Warih Andang Tjahjono yang lahir di Pati, Jateng 1963, memiliki latar belakang gelar Sarjana Teknik Kimia dari Universitas Diponegoro yang diraih pada 1989.

Ia pernah menduduki beberapa posisi di Toyota, seperti Direktur Human Resources, General Affairs, Operation Management Consulting (2009-2011), Direktur Vehicle Manufacturing Karawang Plant & Production Engineering (2011-2014), dan Wakil Presiden TMMIN 2014.

“Saya merasa sangat terhormat mendapat kepercayaan menjalankan amanat melanjutkan tampuk kepemimpinan di TMMIN. Saya bertekad untuk memastikan bahwa TMMIN terus memberikan yang terbaik dalam menghadapi antangan yang semakin ketat seiring dengan upaya terus-menerus mendukung dan memberikan kontribusi pada perkembangan industri otomotif di Indonesia,” kata Warih dalam pernyataan tertulisnya.

PT TMMIN yang sebelumnya bernama PT Toyota Astra Motor bertanggungjawab melakukan kegiatan produksi dan ekspor model Toyota di Indonesia, dan mengoperasikan 5 fasilitas produksi yang tersebar di kawasan Sunter – Jakarta dan Karawang – Jabar.

Dari kelima fasilitas ini, TMMIN memproduksi Kijang Innova, Fortuner, Vios, Yaris, Sienta, dan Etios Valco serta 2 tipe mesin bensin yaitu TR-K dan R-NR. Tahun lalu, lebih dari 218.000 unit mobil utuh dan 210.000 mesin utuh diproduksi oleh fasilitas-fasilitas TMMIN.

Aktivitas ekspor TMMIN sendiri dimulai pada tahun 1987 dengan pengiriman generasi ke-3 Kijang, Kijang Super, ke Brunei Darussalam.

Saat ini, Toyota Indonesia melakukan ekspor dalam bentuk kendaraan utuh (CBU – Completely Built-Up), kendaraan terurai (CKD – Completely Knock Down), mesin, komponen, serta alat bantu produksi di proses pengelasan berupa jig dan di proses pengepresan berupa dies.

Tahun lalu, ekspor kendaraan utuh merek Toyota dari Indonesia mencapai 169.100 unit ke lebih dari 80 negara tujuan di Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, dan Timur Tengah. Angka ini berkontribusi sebesar 87% terhadap total ekspor mobil utuh dari Indonesia.

Tahun 2016 juga menjadi tonggak penting bagi kegiatan ekspor kendaraan bermerek Toyota yang saat itu menggenapi tercapainya akumulasi 1 juta unit ekspor. (sak)