Turunkan Tarif, Agar Biaya Logistik Turun

Turunkan Tarif, Agar Biaya Logistik Turun

Presiden Joko Widodo menyampaikan, bahwa pemerintah akan menurunkan tarif tol yang saat ini dinilai oleh pelaku jasa pengiriman logistik terlampau mahal.

Namun berapa besaran penurunan itu, Presiden menyerahkannya kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk menyampaikannya.

“Tarif tol sudah dihitung oleh Bu Menteri Keuangan Pak Menteri PUPR. Nanti biar beliau berdua yang menyampaikan berapa persen penurunan,” kata Presiden Jokowi usai meresmikan jalan tol Ngawi-Kertosono seksi Ngawi-Wilangan, di Gerbang Tol Madiun, Desa Bagi, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Provinsi pekan lalu.

Kompensasi dari penurunan tarif itu, menurut Jokowi, pemerintah akan memperpanjang konsesi dan memberikan insentif fasilitas pajak sehingga tidak membebani investor, tidak membebani perusahaan BUMN yang membangun jalan tol.

Mengenai alasan penurunan tarif tol, menurut Presiden, agar mobilitas logistik, biaya logistik itu bisa lebih murah. Namun Presiden menegaskan, kalau ada peluangnya akan terus diturunkan (tarif tol, red) tanpa mengurangi minat investasi yang ada. (sak)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada wartawan mengatakan, saat ini ada 4 Cluster harga dari harga tarif 1970 sampai 2000 di sekitar Rp 400 per km, 2000-2010 Rp 710 per km, 2010-2015 Rp 900 dan setelah 2015 sampai Rp 1.500 per km.

“Kita coba fokus pada pertama yang baru dibangun di kemudian setelah itu ada rata-ratanya sekitar Rp 500 per km itu dianggap harga rata-ratanya, sehingga kita coba dengan harga Rp 1.000 yang di atas Rp 1.000 itulah yang kita akan coba kompensasikan. Terdapat 39 ruas tol ya yang di atas Rp 1.000, ada 39 ruas yang kita evaluasi,” kata Basuki usai mendampingi Presiden Jokowi.

Dari 39 ruas tol itu, menurut Basuki, 36 ruas bisa karena tujuannya untuk logistik. Jika sekarang ada 5 golongan golongan satu yang kecil dan pribadi yang kita pakai biasanya dan 2, 3, 4, 5 ini yang logistik.

“Ya ini yang logistik. Kemudian kita kemudian kita coba evaluasi ini kemudian kita ada dua opsi,” terang Basuki.

Pertama, menurut Menteri PUPR itu, dengan menambah konsesi ya ternyata dari 39 ruas itu 36 bisa dievaluasi harganya atau tarifnya hanya dikompensasi dengan tambahan konversi waktu itu bisa menutup dengan penurunan yang 2, 3 menjadi golongan 2, dan 3, 4, 5 menjadi golongan 3. Sehingga nantinya yang dari 5 golongan akan menjadi tiga golongan.

“Ini sudah yang 36 tadi yang saya sampaikan bisa dikompensasi dengan tambahan luas konsesi yang tiga ruas Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto itu yang ditambah transaksi Plus insentif pajak,” terang Basuki.

Jadi, lanjut Basuki, untuk menurunkan tarif tol itu ada beberapa opsi. Kemudian yang paling ringan tidak merusak perjanjian kerja, tidak merusak, tidak terlalu membebani masyarakat agar pengembalian investasi bisa dipertahankan itu dengan insentif pajak. “Insentif pajak kaya apa itu Bu Menteri Keuangan yang akan menjelaskan,” pungkas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (sak)

Bagikan artikel ini