UB Wadahi Kekayaan Atsiri Indonesia

UB Wadahi Kekayaan Atsiri Indonesia

Proses fraksinasi minyak atsiriIndonesia memiliki sekitar 40 jenis minyak atsiri yang tersebar merata di berbagai wilayah dengan bermacam karakteristik. Minyak atsiri (essential oil) adalah minyak sari atau minyak terbang yang berasal dari tumbuhan yang sifatnya mudah menguap dan memiliki aroma khas tumbuhan tersebut.

Minyak atsiri yang ada dan dikenal di Indonesia di antaranya minyak nilam, sereh wangi, minyak kenanga, minyak kayu putih, minyak jeruk purut. Selain itu, masih ada sumber rempah seperti kunyit dan pala.

Dosen Teknik Kimia Universitas Brawijaya (UB) Vivi Nurhadianty ST MT mengatakan dengan proses penyulingan, ektraksi pelarut dan pengempaan, minyak atsiri bisa diturunkan dan menghasilkan produk komersiil seperti bio-pestisida, parfum, dan health care.

Di Institut Atsiri yang dimiliki UB, dilakukan hilirisasi aneka produk minyak atsiri tersebut. Penetapan Institut Atsiri sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) oleh Kemenristekdikti menjadikan hilirisasi bukan satu-satunya aktivitas di sana. Dua kegiatan lainnya adalah pengembangan kelembagaan dan academic excellence.

Dari hasil penelitian dosen UB, Institut Atsiri memiliki produk unggulan yakni tanaman nilam tetraploid. Dengan daun yang lebih lebat, jenis tanaman nilam ini akan mampu memproduksi minyak atsiri lebih banyak.

Nilam tetraploid kini tengah dikembangkan di Desa Dilem Kabupaten Trenggalek. Desa ini telah dikenal sebagai penghasil nilam sejak zaman Belanda. Dua produk minyak atsiri yang sangat potensial untuk dikembangkan di Jawa Timur, disampaikan Vivi adalah sereh wangi dan jeruk purut.

Hasil penelitian dosen UB lainnya adalah teknologi penyulingan yang diberi nama “pulse electric field” hasil temuan dosen Teknologi Industri Pertanian Dr Ir Sukardi MS. Derivasi minyak atsiri dilakukan untuk menghasilkan senyawa sitronellal, yang merupakan senyawa utama sereh wangi dan jeruk purut.

Produk derivasi ini, disampaikan Vivi, memiliki nilai jual lebih tinggi. “Parfum yang dihasilkan dari fraksi murni hasil derivasi ini akan memiliki harum yang lebih lembut,” kata dia. Sementara produk turunan minyak nilam adalah patchouli alcohol yang dalam bentuk Kristal merupakan bahan dasar obat-obatan.

“Karena berangkat dari upaya pemberdayaan daerah dan masyarakat, maka aktivitas institut atsiri banyak melibatkan masyarakat,” kata Vivi. Keterlibatan masyarakat dimulai dari pengadaan bahan baku maupun proses penyulingan melalui pemberdayaan komunitas penggiat atsiri.

Saat ini, institut atsiri tengah mengurus pendaftaran merk dan ijin edar. Diantara produknya adalah official merchandise UB berupa 1 box eksklusif produk minyak atsiri. 30-50 box merchandise ini dihasilkan institut atsiri per-minggunya.

Respon pasar yang bagus telah ditangkap oleh Institut Atsiri. Namun pihaknya membutuhkan penjaminan mutu untuk standar kualitas dan kontinuitas produksi yang dibutuhkan saat produksi massal. (sak)

Bagikan artikel ini