UGM Dukung Gerakan Nasional 1.000 Startup

UGM Dukung Gerakan Nasional 1.000 Startup

Ignition Gerakan Nasional 1.000 Startup tahun kedua yang digelar di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, akhir pekan lalu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Setidaknya lebih dari 1.000 anak muda hadir dan mengikuti workshop kali ini.

Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital di Yogyakarta hadir melalui Innovative Academy UGM. Program inkubasi semi terstruktur yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) ini diarahkan untuk membentuk perusahaan pemula atau bisnis startup dengan karakter Indonesia berbasis universitas.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sistem Informasi UGM, Dr Supriyadi MSc Akt mengatakan UGM mendukung gerakan nasional ini. Supriyadi menjelaskan UGM memiliki komitmen dalam pengembangan teknologi untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Salah satu yang telah dilakukan adalah pengembangan startup melalui program Innovative Academy.

“Kami berikan dukungan pengembangan dengan bantuan pendanaan dan pelatihan kewirausahaan bagi mereka yang memiliki bisnis digital yang baik,” terangnya saat konferensi pers.

Direktur Pemberdayaan Informatika, Kemenkominfo RI Septriana Tangkary, menyampaikan hal senada. Pihaknya mendukung dan mendorong Gerakan 1.000 Startup. Hal ini sebagai upaya mendukung program Nawacita yaitu menjadikan Indonesia sebagai kekuatan perekonomian digital di Asia (The Digital Energy of Asia) tahun 2020.

Septriana berharap melalui gerakan ini mampu melahirkan berbagai solusi untuk mengatasi persoalan-peraoalan bangsa. “Kami menyambut baik dan mendorong program ini karena mampu mengajak generasi muda yang memiliki mimpi untuk bergerak, berinovasi mengembangkan startup,” tuturnya.

Sementara itu, Project Leader Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital, Aulia Masna, menyampaikan gerakan yang telah dimulai sejak 2016 lalu ini telah berlangsung di 10 kota Indonesia, yaitu Jakarta, Surabanya, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Malang, Pontianak, Makasar, Medan, dan Denpasar. Melalui gerakan ini telah berhasil memunculkan 76 tim startup yang tersebar di 10 kota tersebut.

Sebelum dilaksanakan di Yogyakarta, Ignition telah dilakukan di Jakarta dan Surabaya. Kali ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang keahlian.

Kegiatan Ignition ditujukan sebagai wahana untuk mendemonstrasikan dan menampilkan berbagai subjek, meningkatkan minat pembelajaran, inspirasi, dan ide. Harapanya kegiatan ini dapat memotivasi inisiatif bersana-sama membangun bangsa. “Jogja menjadi kota dengan pendaftar terbanyak hingga 1.600 peserta,” jelasnya. (sak)

Bagikan artikel ini