Usulan 9 Calon Pahlawan Nasional Terbaru

Usulan 9 Calon Pahlawan Nasional Terbaru

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa sudah menerima laporan hasil pembahasan dari Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) yang berisi usulan 9 calon pahlawan nasional di Jakarta, pekan lalu. Terdapat Sebanyak sembilan nama tokoh dari delapan provinsi diusulkan menerima gelar pahlawan nasional pada 2017.

Selain kesembilan nama tersebut, Kementerian Sosial juga akan menyampaikan kembali beberapa nama tokoh yang diusulkan sebagai pahlawan nasional yang telah melalui telaah tim TP2GP dan dinyatakan memenuhi syarat antara lain KH Abdurrahnan Wahd atau Gus Dur dan Lafran Pane.

Yang termasuk kriteria Pahlawan Nasional menurut UU No 20 Tahun 2009 Pasal 1 ialah adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah NKRI yang gugur demi membela bangsa dan negara.

Atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

“Kemensos dibantu Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) yang beranggotakan 13 orang terdiri dari unsur Polri, TNI, Perpustakaan Nasional, Kementerian Sekretariat Negara dan Sejarawan. Dimana nantinya hasil dari pembahasan TP2GP tersebut akan diteruskan kepada Presiden melalui Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan,” kata Mensos Khofifah.

Proses pemberian gelar pahlawan nasional menurut Khofifah sifatnya bottom up. Artinya ada usulan masyarakat, kemudian dibahas di TP2GP kabupaten/kota kemudian masuk ke TP2GP Provinsi.

Apabila disetujui masuk ke TP2GP Pusat dimana Menteri Sosial menjadi ketuanya dan bila telah masuk dalam persyaratan akan diajukan ke Presiden RI melalui dewan gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan guna mendapatkan persetujuan Penganugerahan Pahlawan Nasional sekaligus Tanda Kehormatan lainnya. “Kemudian dilanjutkan dengan pemberian gelar pahlawan oleh Presiden Jokowi. Sementara penganugerahannya akan dilakukan sebagai rangkaian Hari Pahlawan 10 November,” kata Mensos. (sak)

Bagikan artikel ini